Redaksi : Jumat, 28 November 2025 16:43

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 6 meter di sejumlah perairan Indonesia. Ancaman ini diperkirakan terjadi pada periode 28 November hingga 1 Desember 2025.

Dalam rilis resminya, Jumat (28/11/2025), BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis KOTO yang memicu peningkatan kecepatan angin di berbagai wilayah perairan.

BMKG menyebut pola angin di bagian utara Indonesia bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 8–35 knot. Sementara di bagian selatan, angin bergerak dari selatan hingga barat dengan kecepatan 6–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Malaka bagian tengah dan Laut Natuna Utara.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan bahwa kondisi atmosfer ini memberi dampak langsung pada tinggi gelombang.

“Peningkatan tinggi gelombang terjadi akibat pengaruh Siklon Tropis KOTO,” ujarnya.

Lokasi Berpotensi Gelombang 1,25 – 2,5 Meter:

 Selat Malaka bagian tengah

 Samudra Hindia barat Bengkulu

 Samudra Hindia barat Lampung

 Samudra Hindia selatan Jawa Barat

 Samudra Hindia selatan Jawa Tengah

Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta

 Samudra Hindia selatan Bali

 Samudra Hindia selatan NTB

Samudra Hindia selatan NTT

Selat Karimata bagian utara & selatan

 Laut Bali

 Laut Sumbawa

Selat Makassar bagian utara

 Laut Sulawesi bagian barat

Laut Maluku

Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua

 Laut Arafuru bagian barat

Lokasi Berpotensi Gelombang 2,5 – 4 Meter

 Selat Malaka bagian utara

 Samudra Hindia barat Aceh

 Samudra Hindia barat Kep. Nias

Samudra Hindia barat Kep. Mentawai

 Samudra Hindia selatan Banten

Samudra Hindia selatan Jawa Timur

Lokasi Berpotensi Gelombang Ekstrem 4 – 6 Meter

 Laut Natuna Utara

BMKG menegaskan bahwa kondisi ini berisiko mengganggu keselamatan berbagai jenis kapal, mulai dari perahu nelayan, kapal tongkang, kapal feri, hingga kapal kargo dan kapal pesiar.

BMKG mengimbau para nelayan dan masyarakat pesisir untuk memantau perkembangan cuaca maritim secara berkala.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir agar tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi,” tulis BMKG dalam peringatannya.

TAG

BERITA TERKAIT