BONE, BUKAMATANEWS - Belasan rumah warga di Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone, rusak parah setelah dihantam angin puting beliung pada Selasa, 25 November 2025. Musibah yang datang secara tiba-tiba itu membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita itu menyebabkan sejumlah atap rumah beterbangan, dinding rumah jebol, serta barang-barang milik warga berserakan. Bahkan ada satu unit rumah panggung yang tak berpenghuni rata dengan tanah. Warga menyebut angin kencang berlangsung hanya beberapa menit, namun cukup untuk membuat permukiman porak-poranda.
Hingga Rabu pagi, 26 November 2025, warga terlihat masih sibuk memperbaiki rumah mereka masing-masing. Beberapa diantaranya bergotong-royong menurunkan sisa-sisa atap yang nyaris roboh dan membersihkan puing-puing yang berserakan di halaman rumah.
Salah seorang korban yang tertimpa musibah puting beliung, Mistang yang ditemui di lokasi kejadian mengaku sangat kaget, karena secara tiba-tiba atap rumahnya bertebrangan tertiup angin dengan seketika, saat dia bersama keluarga, Istri, Anak dan Cucunya berada di dalam rumah.
"Seperti suara pesawat itu di atas rumah, tiba-tiba saja atap rumah saya terbang terbawa angin, setelah atap rumah terbang hujan gerimis baru turun, saat itu kami semua masih berada di dalam rumah," ungkap Mistang, Rabu, 26 November 2025.
Sementara Sekretaris Desa Mallari Najamuddin, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan pendataan jumlah rumah yang terdampak serta kebutuhan mendesak warga dan sudah dilaporkan ke pemerintah daerah.
"Untuk total sementara yang terdata ada 12 rumah, rata-rata mengalami kerusakan parah atap rumahnya terbang, pagar roboh, dan ada satu rumah yang betul-betul rata dengan tanah," kata Najamuddin.
Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Warga berharap bantuan segera disalurkan, terutama bagi mereka yang rumahnya mengalami kerusakan paling parah. (*)
BERITA TERKAIT
-
Banjir Bandang Terjang Sumut, 34 Orang Meninggal Dunia, 52 Dinyatakan Hilang
-
Upah Tak Dibayar, Buruh Irigasi di Bone Jalan Kaki Pulang ke Makassar
-
Termasuk Sulsel, Curah Hujan Sangat Tinggi Berpotensi di Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diminta Siaga
-
BMKG Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Hujan
-
Unjuk Rasa Mahasiswa Soal Jual Beli Bantuan Alsintan di Bone Berakhir Ricuh