Redaksi : Selasa, 25 November 2025 19:28

MAKASSAR,BUKAMATANEWS – Menghadapi puncak musim hujan serta meningkatnya potensi cuaca ekstrem di akhir tahun, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan perlunya memperkuat mitigasi dini oleh seluruh instansi dan elemen masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi, sekaligus pemeriksaan peralatan SAR di Halaman Kantor Gubernur Sulsel, Senin (24/11/2025).

Apel tersebut menjadi ajang konsolidasi lintas sektor untuk mematangkan kesiapan menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, hingga gelombang tinggi. Kesiapan SDM aparatur, ketersediaan logistik, hingga pemetaan wilayah rawan bencana menjadi fokus utama.

Gubernur Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur TNI/Polri, Basarnas, BMKG, BPBD, dinas terkait, dan organisasi kemanusiaan yang selama ini terlibat aktif dalam penanganan kebencanaan di Sulsel.

“Kita memang tidak bisa menghindari bencana, tetapi kita bisa menyiapkan diri agar risikonya berkurang. Kesiapsiagaan adalah bentuk ikhtiar bersama untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh daerah meningkatkan koordinasi, terutama menjelang akhir tahun yang diprediksi rawan bencana hidrometeorologi.

“Olehnya itu, kami meminta semua instansi melihat ini sebagai panggilan kemanusiaan. Tidak peduli di mana dan siapa yang terdampak, kita wajib hadir memberikan pertolongan,” tegasnya.

Pemprov Sulsel juga diimbau untuk memperkuat pemantauan cuaca, memastikan alat peringatan dini berfungsi optimal, serta meningkatkan edukasi publik terkait langkah keselamatan saat terjadi bencana.

Dengan kesiapsiagaan yang terkoordinasi, pemerintah berharap dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin dan keselamatan masyarakat tetap terjaga jelang pergantian musim.

TAG

BERITA TERKAIT