Redaksi : Senin, 24 November 2025 22:06

BONE, BUKAMATANEWS - Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya video dua guru SD Negeri 2 Manurungnge yang terlibat adu mulut hingga nyaris baku hantam di depan para murid. Rekaman berdurasi kurang dari satu menit itu memperlihatkan suasana depan kelas mendadak ricuh akibat pertengkaran dua tenaga pendidik yang kehilangan kendali.

Dalam video tersebut, kedua guru tampak saling berdebat dengan nada tinggi tanpa menghiraukan murid-murid yang menyaksikan dari jarak dekat. Sejumlah siswa hanya terdiam mematung, sementara beberapa lainnya terlihat ketakutan. Yang membuat publik kian terenyuh, beberapa murid kecil akhirnya berusaha memisahkan kedua gurunya dengan menengadahkan tangan dan memohon agar keduanya berhenti bertengkar. Namun, salah satu murid justru turut terkena imbas emosi dari salah satu guru.

Aksi spontan murid itu viral dan memicu gelombang keprihatinan warganet. Banyak yang geram karena dua pendidik yang seharusnya menjadi teladan justru mempertontonkan perilaku yang dianggap tidak layak dilakukan di lingkungan pendidikan, terlebih di depan siswa sekolah dasar.

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone menyatakan telah mengambil langkah responsif. Pihaknya memastikan pemanggilan kedua guru sedang diproses.

"Iya kami sudah monitor. Kami akan segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. Hari ini kayaknya mereka juga sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan dan setelah itu baru kami," ujar Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparat dan Penghargaan BKPSDM Bone, Ryan Risa Swara, Senin (24/11/2025).

Ryan menegaskan, sanksi akan dijatuhkan jika dari pemeriksaan ditemukan pelanggaran disiplin ASN.

Hingga kini penyebab pertengkaran belum diungkap ke publik. Namun dampaknya mulai dirasakan orang tua murid. Salah satu wali murid, Andi Takdir, menyatakan kekecewaannya dan bahkan berniat memindahkan anaknya dari sekolah tersebut.

“Saya tadi ke sekolah untuk minta surat pindah anak saya, cuma Kepala Sekolah sudah pulang. Saya sangat kecewa atas kejadian itu. Anak saya bilang oknum guru ini memang hampir setiap hari ribut dengan guru lain. Kalau dibiarkan ini bisa memengaruhi psikologi anak. Kami saja orang tua kalau ribut tidak pernah memperlihatkan ke anak kami,” tegas Andi Takdir.

Publik kini menantikan langkah lanjutan dari Dinas Pendidikan dan BKPSDM Bone untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, serta menjamin suasana belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa.