Redaksi : Senin, 24 November 2025 17:01

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Aksi penyelamatan dramatis terjadi di perairan Selat Makassar, Senin (24/11/2025), ketika KRI Hiu-634 yang tengah melaksanakan Operasi Yudha Dharma-02 berhasil mengevakuasi sembilan nelayan dan penumpang perahu tradisional KM Jolloro yang mengalami kerusakan mesin serta terombang-ambing akibat gelombang tinggi menuju Pulau Kodingareng Keke.

Insiden bermula ketika awak KRI Hiu-634 mendeteksi perahu kecil yang terlihat tak berdaya dihantam cuaca buruk. Para penumpang melambaikan tangan meminta pertolongan di tengah angin kencang dan gelombang yang terus meninggi.

Komandan KRI Hiu-634, Letkol Laut (P) Andy Ribuantoro, segera memerintahkan manuver penyelamatan. Sekoci dikerahkan menuju lokasi dan menemukan sembilan orang dalam kondisi hidup, meskipun satu penumpang mengalami kelelahan berat, mabuk laut, dan demam setelah dihantam gelombang tanpa henti. Mesin KM Jolloro diketahui mati total akibat rusak diterjang cuaca ekstrem.

Lima penumpang kemudian dievakuasi ke KRI Hiu-634 untuk mendapatkan penanganan medis awal, termasuk pemberian selimut hangat dan logistik. Sementara empat lainnya yang kondisinya stabil tetap berada di atas KM Jolloro dan ditarik oleh perahu nelayan lain menuju Pulau Kodingareng Keke.

Setibanya di Dermaga Layang Kodaeral VI Makassar, lima penumpang yang dievakuasi langsung dibawa ke RSAL Jala Ammari Kodaeral VI menggunakan ambulans untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., mengimbau agar masyarakat mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda Selat Makassar.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang sedang melaksanakan pelayaran di musim hujan dan angin kencang agar berhati-hati, melengkapi alat keselamatan, serta memastikan mesin kapal dalam kondisi baik. Bila mengalami keadaan darurat, segera hubungi tim Siaga Bencana Kodaeral VI di nomor 082194941444,” ujarnya.

Daftar penumpang yang dievakuasi ialah Risnawati (30), Haji Sampara (57), Rida (31), Rasmi (21), dan Rezki (29).

Dalam operasi ini, turut On Board Asops Guspurla Koarmada II Kolonel Laut (P) Anang Setioko serta Pabanpamgal Sintel Guspurla Koarmada II Letkol Laut (T) I Gusti Ketut HD, M. Han.

Aksi cepat prajurit KRI Hiu-634 kembali membuktikan komitmen TNI AL dalam menjaga keselamatan pelayaran dan merespons keadaan darurat di laut, bahkan di tengah gelombang paling ganas sekalipun.

 

TAG

BERITA TERKAIT