Pemkab Luwu Timur Dorong Geopark Matano Menuju Geopark Nasional
Meskipun belum resmi sebagai UNESCO Global Geopark, kawasan ini memiliki seluruh atribut untuk dikelola sebagai Geopark, dengan fokus utama pada keunikan tektonik dan ekologi Danau Matano.
LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya mendorong Geopark Matano menuju Geopark Nasional. Salah satunya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Rencana Induk Geopark (RIG) Matano sebagai salah satu dokumen wajib dalam proses pengusulan Geopark Matano menjadi Geopark Nasional, yang digelar di Aula Wisma Golden House, Malili, Kamis, 20 November 2025.
Diketahui, Danau Matano memiliki potensi sebagai Geopark karena memiliki geologi unik, merupakan danau purba yang terbentuk dari aktivitas tektonik (pergerakan lempeng) jutaan tahun lalu, memiliki kedalaman ekstrem (590 m), dan situs geologi penting. Selain itu, danau ini kaya akan spesies endemik (tidak ditemukan di tempat lain), terutama biota air tawar. Lanskap danau dan sekitarnya menawarkan pemandangan spektakuler untuk pariwisata, dan memiliki kearifan lokal dan cerita rakyat yang erat kaitannya dengan danau.
Pengembangan Geopark Matano bertujuan untuk melindungi warisan geologi dan keanekaragaman hayati; memberikan pengetahuan tentang geologi, ekologi, dan budaya kepada pengunjung; dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pariwisata berbasis alam.
Meskipun belum resmi sebagai UNESCO Global Geopark, kawasan ini memiliki seluruh atribut untuk dikelola sebagai Geopark, dengan fokus utama pada keunikan tektonik dan ekologi Danau Matano.
Ketua Tim Percepatan Penyusunan Geopark Matano, Andi Tabacina Akhmad, menjelaskan, penyusunan rencana induk merupakan tahapan strategis untuk memperkuat kelengkapan dokumen pengusulan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional.
"Keberadaan dokumen rencana induk bukan hanya sebagai syarat administrasi, tetapi juga sebagai pijakan dalam pengelolaan geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity yang terintegrasi dan berkelanjutan," ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, maupun komunitas, agar konsep pengembangan geopark dapat terwujud secara komprehensif dan berkelanjutan.
"Semoga langkah ini dapat mempercepat terwujudnya Geopark Matano sebagai Geopark Nasional dan menjadi kebanggaan masyarakat Luwu Timur," pungkas Andi Tabacina.
Turut hadir GM Global Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan Bachri dan akademisi Unhas Dr Yadi Mulyadi. (*)
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
