Redaksi : Rabu, 19 November 2025 13:47

MAKASSAR,BUKAMATANEWS - Setelah konflik berdarah antar pemuda di Kecamatan Tallo, Makassar, yang melibatkan kelompok Sapiria dan Lorong Bunta, aparat kepolisian memperketat pengamanan di sejumlah titik rawan. Pengamanan ini dilakukan menyusul insiden penembakan dan kerusuhan yang menelan korban jiwa.

Penembakandan Korban Meninggal

Seorang pria berinisial J (37), warga Saptiria, dilaporkan terkena peluru senapan angin di bagian kepala. Korban sempat menjalani operasi di RS Akademis Makassar, namun nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia. Insiden awalnya tidak dilaporkan ke polisi, sehingga tidak ada respons segera. Polisi baru mengetahui kasus setelah kerusuhan pecah.

Kerusuhan di Pekuburan Beroangin

Pada 18 November 2025, bentrokan kembali terjadi di area Pekuburan Beroangin, Kecamatan Tallo, antara kelompok pemuda Sapiria dan pemuda dari Lorong Bunta. Salah satu rumah di Lorong Bugis, yang berbatasan langsung dengan Lorong Bunta, dibakar. Total 13 rumah mengalami kebakaran sebelum api bisa dipadamkan.

Pengamanan Ketat 

Untuk meredam eskalasi, aparat gabungan dari Brimob Samapta Polda, dan Polrestabes Makassar dikerahkan guna menjaga keamanan dan mencegah konflik meluas.

Polda Sulsel bersama Polrestabes Makassar terus menyelidiki kasus penembakan tersebut. Akhirnya, petugas bergerak dan pada tanggal terbaru berhasil menangkap seorang tersangka: JPT (35). JPT kini dalam proses penanganan di Polrestabes Makassar berkaitan dengan dugaan penembakan.

Kapolda Sulsel, IrjenPol Djuhandhani Rahardjo, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku penembakan bersama barang bukti senjata yang digunakan. 

Ia menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil untuk menjaga keamanan warga Tallo dan memastikan tidak ada pihak yang merasa kebal hukum. “Pelaku penembakan di Tallo sudah kita amankan bersama alat bukti senjata yang digunakan,” kata Djuhandhani. 

Kapolda juga menyampaikan komitmen Polda Sulsel untuk menstabilkan situasi. Ia menegaskan bahwa penjagaan di titik-titik rawan akan terus dilakukan dan personel akan ditempatkan secara strategis agar konflik antarkelompok tidak kembali memanas.

 

-

TAG

BERITA TERKAIT