Redaksi : Rabu, 19 November 2025 17:48

MAKASSAR,BUKAMATANEWS — Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah penanganan konflik antarwarga di utara kota, khususnya di Kecamatan Tallo, usai bentrokan pemuda yang memakan korban jiwa dan menghancurkan sejumlah rumah warga.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memantau perkembangan situasi. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, ia memperkuat koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga stabilitas keamanan.

Sejak Selasa hingga Rabu dini hari, pengamanan dan pemantauan intensif digelar di titik-titik rawan konflik. Berkat upaya tersebut, situasi dilaporkan mulai mereda.

Menurut Kepala Kesbangpol Makassar, Fatur Rahim, seluruh unsur keamanan dan perwakilan pemerintah kota melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang diduga sebagai tempat penyimpanan senjata.

“Semalam Polrestabes dan TNI turun membersihkan. Kami juga hadir mewakili Pemkot di lokasi,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Dalam operasi itu, petugas menemukan sejumlah senjata berbahaya, termasuk samurai, parang, bom molotov, dan alat pembuat busur. Temuan ini dinilai sangat mengurangi potensi kekerasan di lapangan.

Pemkot Makassar menegaskan komitmennya menjaga keamanan jangka pendek sekaligus menyusun strategi penanganan jangka panjang melalui aspek sosial dan ekonomi. 

Fatur menjelaskan bahwa Wali Kota Munafri memerintahkan semua pihak bekerja secara kolaboratif: pemerintah kota, Polri, TNI, dan Polda Sulsel.

“Langkah pertama adalah keamanan — prioritas Polda dan aparat. Setelah itu, pemerintah akan masuk dengan program edukasi bahaya narkoba, pemberdayaan ekonomi, serta pemanfaatan Makassar Kreatif Hub,” jelasnya.

Pemkot berencana melanjutkan proses penanganan konflik dengan pembinaan sosial, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Fatur menambahkan, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dilibatkan sesuai fungsi: Dinas Kesehatan, Satpol PP, pemadam kebakaran, dan lainnya disiagakan untuk merespons cepat bila diperlukan.

Mengenai akar konflik, Fatur menyebut masih dalam pendalaman. 

“Ada indikasi perang kelompok dan narkoba terkait. Kami menunggu rilis resmi dari kepolisian karena ini masalah kriminal serius,” ujarnya.

Soal rencana mempertemukan kelompok yang berseteru, Fatur mengatakan itu akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Namun saat ini, fokus utama adalah meredam potensi perkelahian dengan menyisir dan mengamankan senjata-senjata berbahaya di lapangan.

TAG

BERITA TERKAIT