Dewi Yuliani : Senin, 03 November 2025 15:07
Beras menjadi komoditi penyumbang inflasi di Kabupaten Luwu Timur pada Bulan Oktober 2025.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu Timur kembali merilis angka inflasi yang terjadi di Bulan Oktober 2025. Dimana, pada Oktober 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) di Kabupaten Luwu Timur sebesar 3,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,09.

Sementara, secara month to month (m-to-m), Kabupaten Luwu Timur pada Bulan Oktober 2025 mengalami deflasi sebesar 0,36 persen. Secara year to date (y-to-d), Kabupaten Luwu Timur pada bulan Oktober 2025 mengalami inflasi sebesar 3,10 persen.

Berdasarkan data BPS, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Oktober 2025, antara lain ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,32 persen; ikan layang/ikan benggol sebesar 0,29 persen; beras sebesar 0,27 persen; bawang merah sebesar 0,22 persen; kopi bubuk sebesar 0,21 persen; tomat sebesar 0,19 persen; sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,18 persen; daging ayam ras sebesar 0,15 persen; ikan bandeng/ikan bolu sebesar 0,14 persen; emas perhiasan sebesar 0,13 persen; sabun mandi sebesar 0,13 persen; udang basah sebesar 0,11 persen; telur ayam ras sebesar 0,10 persen; sewa rumah sebesar 0,10 persen; minyak goreng sebesar 0,09 persen; pembasmi nyamuk bakar sebesar 0,07 persen; asam sebesar 0,07 persen; mobil sebesar 0,06 persen; bahan bakar rumah tangga sebesar 0,06 persen; dan pisang sebesar 0,06 persen.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Luwu Timur, pada Oktober 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,76 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,10 pada Oktober 2024 menjadi 110,09 pada Oktober 2025. Tingkat deflasi m-to-m pada Bulan Oktober 2025 sebesar 0,36 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 3,1 persen," ungkap Kepala BPS Luwu Timur, Muh Husri Harta Saham, dalam rilisnya, Senin, 3 November 2025.

Ia memaparkan, Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,61 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,38 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,29 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,97 persen; kelompok kesehatan sebesar 6,73 persen; kelompok transportasi sebesar 1,38 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,62 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,53 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,24 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,35 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,44 persen.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menempuh berbagai langkah untuk menekan angka inflasi. Seperti, melaksanakan Gerakan Pangan Murah, Mobile Distribution Centre (MDC), Operasi Pasar Murah, serta memberikan dukungan kepada kelompok tani dan UMKM.

Pemkab Luwu Timur juga mendorong gerakan menanam dan menunjuk BUMD PT Luwu Timur Gemilang (Perseroda) untuk memperkuat stabilisasi dan distribusi pasokan pangan. (*)