SELAYAR, BUKAMATANEWS - Polres Kepulauan Selayar memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya destruktif fishing, serta dampaknya bagi ekosistem laut dan keberlanjutan hasil tangkapan nelayan. Hal ini disampaikan menyusul adanya aduan warga di media sosial terkait dugaan aktivitas pengeboman ikan di sekitar perairan Pulau Pasi, Desa Menara Indah, Kecamatan Bontomatene.
Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, Kapolsek Bontomatene Iptu Rahmat Saleh, memimpin langsung patroli ke lokasi, Rabu, 22 Oktober 2025, bersama sejumlah personel untuk memastikan kondisi di lapangan.
Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan adanya aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak.
"Kami langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi dari warga melalui media sosial Polres Selayar. Walau tidak ditemukan kegiatan pengeboman, kami tetap melakukan pengecekan dan memberikan sosialisasi agar masyarakat memahami risiko dan sanksi dari praktik seperti itu," ujar Iptu Rahmat.
Kapolsek juga mengimbau agar warga segera melapor langsung ke pihak kepolisian bila melihat atau mengetahui adanya aktivitas ilegal di laut.
"Silakan hubungi saya atau gunakan layanan 110 Polres Selayar. Dengan begitu laporan bisa kami respon lebih cepat tanpa menunggu lama," ujarnya.
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Kapolsek Bontomatene bersama jajarannya dalam merespons informasi masyarakat tanpa harus menunggu perintah dari pimpinan.
"Saya sangat mengapresiasi inisiatif Kapolsek Bontomatene yang langsung turun ke lapangan begitu menerima laporan warga. Ini contoh nyata polisi yang peka terhadap aspirasi masyarakat dan tanggap terhadap situasi di wilayahnya," ucap Kapolres.
Kapolres menegaskan bahwa kepedulian masyarakat dalam memberikan informasi menjadi bagian penting dari upaya menjaga keamanan dan kelestarian laut. Ia berharap sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian terus terjalin dengan baik sehingga setiap potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini, dan wilayah perairan Selayar tetap aman serta produktif bagi nelayan. (*)
BERITA TERKAIT
-
Kapolres Selayar Jenguk Lima Korban KLM Nurul Salsa, Pastikan Pengobatan Gratis Hingga Fasilitasi Pemulangan
-
Kapolda Sulsel Buka Pendidikan Bintara Polri Gelombang II TA 2026, Empat Peserta dari Kepulauan Selayar
-
Kasus Korupsi Kredit Tempilan di Selayar Rugikan Negara Rp1 Miliar Lebih, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
-
Angkut Puluhan Penumpang Termasuk Anak-anak, KM Nurul Salsa Alami Kecelakaan Laut di Perairan Kepulauan Selayar
-
Pengawasan Kapal Nelayan di Kawasan Taman Nasional Takabonerate Makin Diperketat