Prestasi Anjlok, Tak Satupun Kafilah Sulsel Tembus Final STQH Nasional 2025
Ajang STQH Nasional 2025 memperlihatkan dominasi Provinsi Kalimantan Timur dan DKI Jakarta, masing-masing dengan belasan finalis, disusul Sumatera Selatan, Riau, dan Kepulauan Riau.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Hasil resmi Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVII Tahun 2025 diumumkan. Dan untuk pertama kalinya dalam beberapa edisi terakhir, tak satu pun peserta Sulsel berhasil menembus babak final.
Capaian ini merupakan penurunan dari prestasi gemilang dua tahun lalu di Jambi, saat Sulsel menempati peringkat ke-7 nasional dan melahirkan juara terbaik nasional di cabang Hifzh 30 Juz Putri atas nama Muslihah Jamaluddin. Ironisnya, sang juara yang dulu mengharumkan nama Sulsel kini memperkuat kafilah DKI Jakarta dan kembali berhasil menembus final.
Meski gagal di podium, semangat Qur’ani kafilah Sulsel tetap menyala. Mereka tampil terhormat, berdisiplin, dan menunjukkan perjuangan yang tulus dari hati.
Berdasarkan rekap nilai nasional, empat peserta Sulsel masih mampu menembus enam besar nasional (peringkat harapan). Yakni, Qonita Al-Aliyah Sulaeman – Harapan I Hifzh 20 Juz Putri (97.00); Salsabilah Ramadhani – Harapan II Tafsir Bahasa Arab Putri (89.25); Rozin Nasrullah – Harapan III Tafsir Bahasa Arab Putra (89.83); dan Ahmad Faiz – Harapan III Hafalan 100 Hadits dengan Sanad Putra (94.34).
"Tahun 2023 kita masih menempati posisi tujuh besar dan melahirkan juara terbaik nasional. Tahun ini kita tidak meloloskan satu pun finalis. Ini peringatan bagi kita untuk memperkuat pembinaan, memperbanyak pelatihan terpadu, dan melakukan pembibitan peserta sejak dini," ujar Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi Iskandar, usai menerima hasil resmi STQH Nasional.
Ajang Refleksi dan Evaluasi
Ajang STQH Nasional 2025 memperlihatkan dominasi Provinsi Kalimantan Timur dan DKI Jakarta, masing-masing dengan belasan finalis, disusul Sumatera Selatan, Riau, dan Kepulauan Riau. Sulsel kali ini harus menunduk sejenak. Namun, dalam dunia pembinaan tilawatil Qur’an, kekalahan bukan akhir, melainkan awal dari introspeksi dan pembenahan yang lebih serius.
"Kegagalan bukan akhir, tapi proses menuju perbaikan. Dengan sinergi pelatih, dewan hakim daerah, dan pembinaan berjenjang, kita optimistis Sulsel akan kembali menorehkan prestasi pada STQH berikutnya,” lanjut Mulyadi.
Terpisah Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid usai mengetahui hasil tersebut, mengatakan, semua pihak harus belajar dari hasil ini. Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh tanpa menyalahkan siapapun.
"Kita harus belajar dari hasil ini. Evaluasi akan kita lakukan secara menyeluruh, tidak untuk menyalahkan siapa pun, tetapi untuk menemukan jalan perbaikan. Kita ingin pembinaan Qur’ani di Sulsel lebih hidup, lebih terstruktur, dan menyentuh hingga ke daerah. Saya percaya, dari setiap kegagalan akan lahir kekuatan baru," kata Ali Yafid. (*)
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
Berita Populer
31 Januari 2026 08:38
31 Januari 2026 08:47
31 Januari 2026 11:46
31 Januari 2026 12:32
31 Januari 2026 15:51
