MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 21 provinsi mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada awal Oktober 2025. Penurunan ini terjadi karena turunnya harga sejumlah bahan pangan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, penyumbang utama penurunan IPH berasal dari beras dan bawang merah. Di beberapa daerah juga mulai terlihat penurunan harga cabai rawit.
"Sementara itu kalau kita perhatikan dari penurunan IPH yang dialami oleh 21 provinsi, disumbang oleh penurunan beras. Selain itu, penurunan harga bawang merah, dan beberapa tempat ada sudah mulai turunnya harga cabai rawit," ucapnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2025.
Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan penurunan IPH terdalam di Indonesia. Komoditas yang paling berpengaruh adalah beras, bawang merah, dan cabai merah.
Kalimantan Timur juga mencatat penurunan harga cukup besar pada periode yang sama. Penurunan IPH di daerah ini disumbang oleh bawang merah, beras, dan daging sapi.
Sementara itu, Papua Selatan turut mengalami penurunan IPH yang cukup signifikan. Komoditas yang berperan besar adalah cabai merah, beras, dan bawang merah.
Penurunan IPH juga terjadi di Sulawesi Selatan, sebesar 0,29 persen. Penurunan disumbang oleh komoditi beras, bawang merah, dan cabai rawit.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti perbedaan penyebab inflasi di berbagai daerah. Ia meminta pemerintah daerah dan pusat bekerja sama menekan harga komoditas penyumbang inflasi.
Tito menjelaskan, cabai merah menjadi penyumbang utama inflasi di banyak wilayah. Karena itu, produksi dan distribusinya harus ditingkatkan agar harga bisa stabil.
"Meskipun di daerah-daerah, itu juga ada yang berbeda-beda, penyebabnya inflasinya. Semua daerah yang tinggi, terutama, perlu memikirkan, termasuk pemerintah pusat, memikirkan bagaimana caranya, untuk penyumbang inflasi, cabai merah terutama, ini bisa diatasi," katanya.
Selain cabai merah, daging ayam ras juga ikut mendorong inflasi di beberapa daerah. Tito menegaskan harga ayam boleh naik untuk melindungi peternak, tetapi tidak boleh berlebihan. (*)
BERITA TERKAIT
-
Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Balampangi, Penghubung Sinjai–Bulukumba
-
Pasca Aksi dan Blokade Jalan, Gubernur Sulsel Temui Tokoh dan Mahasiswa Luwu Raya
-
Forum Diskusi Bahas Pemekaran Luwu Raya, Sekda Sulsel Beri Penegasan Aturan Syarat