BUKAMATANEWS — Posisi penjaga gawang menjadi sorotan utama jelang duel bergengsi Timnas Indonesia kontra Arab Saudi pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah, pukul 00.15 WIB.
Absennya Emil Audero akibat cedera memaksa pelatih Patrick Kluivert memutar otak untuk menentukan siapa yang paling layak berdiri di bawah mistar menghadapi ketajaman serangan Green Falcons.
Empat penjaga gawang kini berada di Jeddah bersama skuad Garuda: Maarten Paes, Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Reza Arya Pratama.
Setiap nama membawa keunggulan dan tantangan masing-masing, menjadikan persaingan kali ini salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.
Kiper FC Dallas, Maarten Paes, kembali memperkuat tim setelah pulih dari cedera. Ia memiliki catatan impresif saat membantu Indonesia menahan imbang 1–1 dan mengalahkan Arab Saudi 2–0 di babak sebelumnya. Namun, Paes belum tampil sejak akhir Juli 2025, menimbulkan keraguan soal kebugaran.
Sementara itu, Nadeo Argawinata muncul sebagai kandidat terkuat. Penjaga gawang Borneo FC ini tampil solid di BRI Liga 1, mencatat tiga cleansheet dari enam laga dan hanya kebobolan tiga gol.
Dengan refleks cepat dan kemampuan membaca arah bola yang tajam, Nadeo kini menempati posisi tiga besar kiper dengan penyelamatan terbanyak di liga (26 kali).
Ernando Konsisten, Reza Jadi Kejutan
Dari kubu Persebaya Surabaya, Ernando Ari menunjukkan performa stabil musim ini. Dalam enam penampilan, ia mencatat dua cleansheet dan 22 penyelamatan, menjadikannya salah satu kiper muda paling menjanjikan di bawah asuhan Kluivert.
Kejutan datang dari nama Reza Arya Pratama. Kiper PSM Makassar ini kembali dipanggil meski minim menit bermain — baru satu kali tampil di BRI Liga 1 musim ini. Minimnya jam terbang bisa menjadi pertimbangan besar bagi tim pelatih dalam menentukan pilihan akhir.
Ujian Mental dan Ketajaman Lini Belakang
Pelatih Patrick Kluivert dikenal menaruh perhatian besar pada aspek mental dan pengalaman internasional, bukan sekadar statistik. Hal itu membuat peluang Paes dan Ernando tetap terbuka, meskipun kondisi kebugaran dan ritme permainan masih jadi tanda tanya.
“Siapa pun yang dipercaya nanti, kami butuh sosok yang tenang, berani, dan punya komunikasi kuat dengan lini belakang,” ujar salah satu staf pelatih Timnas.
Dengan serangan agresif khas Arab Saudi, pertandingan ini bukan hanya ujian bagi lini belakang, tetapi juga ajang pembuktian siapa yang paling pantas menjadi tembok terakhir Garuda.
BERITA TERKAIT
-
PSSI Tunjuk John Herdman Sebagai Pelatih Timnas Indonesia
-
Indonesia Tumbang 0-1 dari Filipina, di Laga Pembuka SEA Games 2025
-
Mimpi Piala Dunia Pupus, Garuda Tumbang Tipis dari Irak
-
Misi Wajib Menang! Timnas Indonesia Turunkan Kekuatan Penuh Lawan Irak
-
Timnas Indonesia Jaga Asa Lolos ke Piala Dunia 2026 Meski Takluk dari Arab Saudi