Redaksi : Kamis, 04 September 2025 09:45

JENEPONTO, BUKAMATANEWS - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jeneponto terus memperkuat langkah pemberdayaan keluarga di tingkat akar rumput. Melalui kegiatan pembinaan 10 Program Pokok PKK yang digelar di Kecamatan Bontoramba dan Tamalatea, Rabu, September 2025, organisasi ini menegaskan komitmennya menghadirkan keluarga tangguh, mandiri, dan melek digital.

Kegiatan tersebut menyasar tiga desa, yakni Desa Turatea, Bontosunggu, dan Karelayu. TP PKK Jeneponto menurunkan dua tim utama: Tim 1 dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati Paris, didampingi pengurus Pokja I hingga IV; sementara Tim 2 dikomandoi oleh Ketua I, Hj. Yuristita Islam, bersama jajaran Sekretaris dan pengurus lainnya.

Dalam arahannya, Hj. Salmawati Paris menekankan bahwa 10 Program Pokok PKK bukan sekadar rutinitas, melainkan gerakan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar keluarga, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi rumah tangga.

“Melalui pembinaan ini, kami ingin memperkuat peran aktif kader PKK di tingkat desa dan kelurahan agar mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga. PKK harus hadir bukan hanya dalam kegiatan formal, tetapi juga dalam solusi nyata di lapangan,” ungkapnya.

Menariknya, kegiatan kali ini juga menjadi momentum peluncuran dan sosialisasi aplikasi SIM PKK, sistem digital yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan transparansi pengelolaan administrasi organisasi di semua jenjang.

“Digitalisasi PKK melalui SIM PKK menjadi langkah penting agar data dan program lebih terukur, cepat diakses, serta mudah dievaluasi,” jelas Hj. Salmawati.

Para kader desa terlihat antusias mengikuti pembinaan. Mereka tidak hanya menyerap materi, tetapi juga aktif menyampaikan ide dan tantangan yang dihadapi di lapangan — mulai dari pengelolaan administrasi hingga pelaksanaan program pemberdayaan keluarga.

Melalui pembinaan berkelanjutan ini, TP PKK Kabupaten Jeneponto berharap dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, kader PKK, dan masyarakat. Tujuannya satu: menciptakan keluarga yang sejahtera, sehat, berdaya saing, dan mampu beradaptasi di era digital.