Redaksi : Minggu, 31 Agustus 2025 19:23

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan (Sulsel) menginstruksikan seluruh sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kota Makassar untuk beralih ke pembelajaran daring. Langkah ini diambil sebagai respons atas situasi keamanan pasca-tragedi pembakaran Kantor DPRD Makassar dan Sulsel.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan para siswa. "Ini hanya untuk menjaga, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak didik kita," kata Iqbal kepada wartawan, Minggu (31/8/2025).

Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti siswa diliburkan. "Mereka tidak libur. Mereka tetap bersekolah, namun dengan sistem daring," ujarnya. Ia juga menambahkan, pihak sekolah akan terus memantau proses pembelajaran daring ini agar berjalan efektif layaknya belajar tatap muka.

Iqbal juga mengimbau para orang tua untuk berperan aktif mengawasi anak-anaknya. "Kami meminta kepada orang tua siswa, khususnya di Makassar, untuk tidak membiarkan anaknya ikut dalam aksi unjuk rasa. Hal ini demi keamanan para siswa," tegasnya.

Kebijakan pembelajaran daring ini akan berlangsung mulai 1 hingga 4 September 2025. Iqbal menyatakan bahwa jadwal ini bisa diperpanjang jika kondisi keamanan di Makassar masih belum kondusif. Langkah serupa juga mungkin diterapkan di kabupaten/kota lain di Sulsel jika terjadi unjuk rasa.

TAG

BERITA TERKAIT