MAKASSAR,BUKAMATANEWS – Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola lingkungan dan kebersihan kota secara menyeluruh. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Teknis yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Kepala Bappeda Kota Makassar, bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi-Maluku (PUSDAL LH SUMA), di Kantor Balai Kota Makassar.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran kepala SKPD, camat, dan instansi teknis lainnya. Dalam arahannya, Wali Kota Munafri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas tingkatan untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan ego sektoral. Adipura bukan hanya seremoni, tapi pembuktian nyata bahwa Makassar bersih dan tertata,” tegas Munafri.
Ia juga menyampaikan bahwa Makassar tengah masuk dalam radar pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebagai syarat utama mengikuti program Adipura. Oleh karena itu, langkah konkret dan terukur harus segera dijalankan.
100.000 Biopori, Eco Enzyme & Maggot Farming: Strategi Lingkungan Berbasis RT
Program-program prioritas mulai diluncurkan hingga ke tingkat RT. Antara lain:
-
100.000 lubang biopori
-
Eco enzyme rumah tangga
-
Budidaya maggot
-
Penguatan bank sampah dan TPS3R di tiap kecamatan
Munafri menegaskan bahwa petugas penyapu jalan juga akan dilibatkan dalam pemeliharaan biopori di jalur utama kota. Di samping itu, taman kota dan kawasan pedestrian akan ditata ulang melalui kerja sama dengan pihak ketiga, memastikan manajemen berkelanjutan dan pengawasan terpadu.
“Kendaraan ke depan harus menyesuaikan dengan hak pejalan kaki, bukan sebaliknya,” tambahnya.
Pusdal LH SUMA: 51,2% Sampah Harus Dikelola di Hulu
Sementara itu, Dr. Azri Rasul, Kepala PUSDAL LH SUMA, memaparkan skema penilaian Adipura dan pentingnya pendekatan sistematis dalam pengelolaan sampah dari hulu (sumber), tengah (pengumpulan), hingga hilir (pemrosesan akhir).
“Kalau hotel, sekolah, rumah sakit bisa kelola sampahnya sendiri, maka tidak jadi beban Pemkot. Itulah target pembinaan kami,” ujar Dr. Azri.
Tim identifikasi Pusdal LH SUMA kini telah bekerja sama dengan seluruh kecamatan untuk melakukan inventarisasi lapangan terhadap praktik pengelolaan sampah. Targetnya, 51,2% sampah harus ditangani secara mandiri melalui bank sampah, TPS3R, eco enzyme, maggot farming, dan lainnya.
Dr. Azri menegaskan bahwa semua aktivitas pengelolaan harus terdata secara faktual dan terukur.
“e-Proses di kantor, eco enzyme di rumah, maggot farming di sekolah — semuanya harus tercatat. Ini menentukan posisi kita dalam evaluasi nasional,” tutupnya.
Sinergi Menuju Makassar Bersih dan Berdaya
Rapat koordinasi ini menjadi fondasi strategis bagi Pemkot Makassar dalam meraih penghargaan Adipura dengan langkah nyata dan partisipasi kolektif. Kepala Bappeda Kota Makassar turut menegaskan dukungan penuh dari sektor perencanaan, termasuk sinkronisasi kebijakan lintas OPD.
Dengan semangat kolaboratif dan komitmen yang kuat, Makassar optimis menuju kota yang bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, bukan hanya untuk penghargaan, tetapi demi masa depan warganya.