Redaksi
Redaksi

Kamis, 31 Juli 2025 22:03

Bappeda Makassar Gelar Diseminasi Indikator Ekonomi Makro 2025, Perkuat Sinergi Perencanaan Berbasis Data

Bappeda Makassar Gelar Diseminasi Indikator Ekonomi Makro 2025, Perkuat Sinergi Perencanaan Berbasis Data

Bappeda Kota Makassar menggelar Diseminasi Indikator Ekonomi Makro 2025 di Hotel Novotel, sebagai langkah memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.

MAKASSAR,BUKAMATANEWS - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar menggelar kegiatan Diseminasi Indikator Ekonomi Makro Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi perencanaan pembangunan berbasis data. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Novotel Grand Shayla Makassar, Rabu (31/7/2025), dan dihadiri oleh berbagai perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, serta mitra pembangunan.

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Kota Makassar, H. Muh. Dahyal, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa indikator ekonomi makro merupakan fondasi penting dalam perumusan kebijakan yang efektif dan tepat sasaran.

“Dengan memahami capaian dan tren indikator seperti PDRB, Indeks Gini, tingkat kemiskinan, dan pengangguran terbuka, kita dapat menyusun strategi pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.

Forum Kolaboratif dan Diskusi Strategis

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyampaian data, tetapi juga menjadi forum diskusi lintas sektor. Melalui sesi pemaparan dan diskusi panel, para peserta diberi ruang untuk berdialog, berbagi perspektif, serta memberikan masukan konstruktif terhadap arah kebijakan pembangunan Kota Makassar ke depan.

Para narasumber dari kalangan akademisi dan mitra pembangunan turut menyajikan analisis mendalam atas kondisi ekonomi Makassar, termasuk tantangan dan peluang yang dapat dijadikan landasan pengambilan keputusan strategis pemerintah kota.

Komitmen pada Perencanaan Berbasis Bukti

Melalui kegiatan ini, Bappeda Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya terhadap penguatan perencanaan berbasis bukti (evidence-based planning). Kepala Bappeda menekankan bahwa kolaborasi dan pemahaman bersama atas data menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang adaptif dan inklusif.

“Ke depan, kita akan terus memperkuat pemanfaatan data sebagai pijakan utama dalam setiap proses perencanaan pembangunan. Sinergi antar OPD dan keterlibatan akademisi sangat penting agar setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara akurat,” tegas Dahyal.

Bappeda juga berkomitmen untuk memperbarui dan mempublikasikan data indikator ekonomi secara berkala agar menjadi rujukan bagi seluruh stakeholder, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat sipil.

Dengan semangat kolaboratif dan transparansi data, Kota Makassar diharapkan mampu menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks dan memetakan langkah-langkah strategis menuju pembangunan kota yang berkelanjutan dan berkeadilan.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.