Redaksi : Minggu, 27 Juli 2025 22:10

MAKASSAR,BUKAMATANEWS - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar kembali menegaskan komitmennya terhadap perencanaan pembangunan yang terarah, responsif, dan adaptif dengan menyelenggarakan Rapat Exposé Belanja Prioritas Perangkat Daerah Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Makassar, Selasa (27/8/2025).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Kota Makassar, H. Muh. Dahyal, S.Sos., M.Si, serta dihadiri oleh Sekretaris Bappeda, para pejabat fungsional, dan tim ahli Wali Kota Makassar. Agenda ini menjadi salah satu tahapan krusial dalam menyusun arah kebijakan dan penganggaran pembangunan kota untuk tahun anggaran 2026.

Prioritaskan Kebutuhan Strategis dan Efisiensi Fiskal

Rapat exposé ini difokuskan pada pengkajian mendalam terhadap belanja prioritas dari masing-masing perangkat daerah, guna memastikan bahwa program dan kegiatan yang direncanakan sejalan dengan visi pembangunan Kota Makassar, serta mampu menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat.

Dalam sambutannya, H. Muh. Dahyal menekankan bahwa penganggaran harus bersandar pada prinsip efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan, mengingat keterbatasan fiskal yang harus dikelola secara bijak.

“Kita harus menyusun belanja prioritas dengan memperhatikan dampaknya bagi masyarakat. Setiap rupiah yang dibelanjakan harus memiliki nilai strategis bagi pembangunan kota,” tegas Dahyal.

Arah RKPD 2026: Responsif dan Kolaboratif

Kegiatan ini juga menjadi ruang koordinasi antarsektor, mendorong integrasi program lintas perangkat daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan, serta memastikan keterpaduan arah pembangunan di tahun 2026. Hasil rapat ini akan menjadi landasan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

Diskusi berlangsung dinamis, dengan masing-masing unit kerja menyampaikan rencana belanja strategis yang diarahkan untuk mendukung target-target pembangunan kota, mulai dari penguatan layanan dasar, pengurangan kemiskinan, peningkatan daya saing ekonomi, hingga penataan kota yang berkelanjutan.

Bappeda menegaskan bahwa proses perencanaan tahun depan akan semakin memperkuat pendekatan berbasis data, hasil evaluasi program, dan partisipasi pemangku kepentingan, sebagai bagian dari upaya mendorong governance yang inklusif dan transparan.

Menuju Pembangunan yang Lebih Tepat Sasaran

Melalui forum exposé ini, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat merumuskan arah pembangunan yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil nyata di masyarakat.

“Perencanaan bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi instrumen strategis untuk menciptakan perubahan. Dengan kolaborasi dan sinergi antarpihak, kita bisa memastikan pembangunan Makassar tetap pada jalur yang berkelanjutan,” tutup Dahyal.



TAG

BERITA TERKAIT