Redaksi : Kamis, 03 Juli 2025 11:48
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Muhammad Jufri, memperkenalkan rancangan inovatif bertajuk INTAN–WPL (Internalisasi Budaya Belajar ASN melalui Workplace Learning) dalam Seminar Nasional Pelatihan Kepemimpinan Tingkat I Lembaga Administrasi Negara (LAN) Tahun 2025.

Proyek perubahan ini diharapkan menjadi tonggak gerakan budaya belajar di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Seminar yang berlangsung sejak 16 Juni hingga 4 Juli 2025 ini terbagi dalam enam kelompok dan melibatkan tim penguji, coach, serta mentor. Salah satu mentor yang hadir secara daring adalah Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, yang menyampaikan dukungan penuhnya terhadap gagasan tersebut.

“Saya menyaksikan langsung bagaimana prosesnya berjalan dengan sistematis, simpatik, dan berbasis data. Pendekatan metodologis yang kuat adalah nilai plus proyek ini, dan saya sangat mengapresiasi kerja keras seluruh tim,” ujar Jufri Rahman.

INTAN–WPL sendiri merupakan akronim dari:

I: Internalisasi

N: Nilai-nilai Budaya Belajar

T: Tempat Kerja

A: Adaptif

N: Nyata

WPL: Workplace Learning

Menurut Jufri Rahman, pendekatan Workplace Learning bukan hanya kontekstual dan efisien, tetapi juga menjadi strategi jitu membangun ekosistem pembelajaran ASN berkelanjutan. Ia menilai pola belajar di tempat kerja ini sangat relevan di tengah efisiensi anggaran pasca keluarnya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

“WPL adalah solusi praktis, murah, dan berdampak langsung. Saya mendukung penuh agar INTAN–WPL menjadi gerakan ASN belajar di Sulsel, dan semoga bisa direplikasi ke level nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Muhammad Jufri memaparkan bahwa proyek ini memiliki target jangka pendek berupa pelaksanaan program percontohan di lima perangkat daerah strategis Pemprov Sulsel dalam waktu tiga bulan.

Untuk jangka menengah, pihaknya berencana mereplikasi dan melembagakan Workplace Learning di seluruh kabupaten/kota se-Sulsel bahkan provinsi lain. Sedangkan visi jangka panjangnya adalah mendorong WPL menjadi kebijakan nasional dalam pengembangan ASN berbasis Corporate University.

“Kami tidak mungkin melakukan transformasi ini sendirian. Kolaborasi pimpinan, mentor, fasilitator, dan komunitas ASN pembelajar sangat diperlukan agar perubahan nyata terjadi,” terang Prof. Jufri.

Ia pun mengajak seluruh ASN untuk menjadikan kantor sebagai rumah belajar, menjadi pembelajar sejati, inovator perubahan, sekaligus motor penggerak reformasi birokrasi menuju Indonesia Emas 2045.