Redaksi : Senin, 23 Juni 2025 15:36

YOGYAKARTA, BUKAMATANEWS — Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) menggelar pelatihan Training for Trainer bagi wartawan se-Sulsel dalam rangka mendorong penguatan literasi, inklusi, dan gaya hidup halal (halal lifestyle) di Hotel Novotel Suites, Yogyakarta, Senin (23/6/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Ekonomi Syariah Kawasan Indonesia Timur.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, Wahyu Purnama, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperluas wawasan para jurnalis terhadap sektor ekonomi dan keuangan syariah yang tengah berkembang pesat. “Harapannya, para wartawan bisa menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan informasi ekonomi syariah secara lebih tepat dan mendalam,” ujarnya.

Indonesia saat ini menempati posisi ketiga dalam sektor ekonomi syariah global, di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Sementara untuk sektor media dan rekreasi syariah, Indonesia berada di peringkat keenam, turun dari posisi sepuluh besar sebelumnya. “Kita ingin dorong lebih tinggi lagi. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, peluang Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah global sangat besar,” tambah Wahyu.

Menariknya, Wahyu menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi syariah juga terjadi di negara non-Muslim seperti Inggris, Jerman, dan Brasil. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah bukan hanya terkait keagamaan, tetapi juga menyangkut peluang bisnis global berbasis keberlanjutan, etika, dan kualitas.

Namun, di bidang keuangan syariah, Indonesia masih menghadapi tantangan. “Kita belum jadi yang terdepan di sektor ini. Tapi ini jadi pemicu semangat. Indonesia harus optimis,” ujar Wahyu.

Meski pengawasan perbankan syariah kini berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia tetap berperan aktif dalam kampanye dan edukasi publik melalui program seperti Pekan Ekonomi Syariah dan pelatihan literasi ini.

Wahyu menegaskan ada tiga pilar utama yang saat ini didorong BI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional:

• Penguatan ekosistem sertifikasi halal, termasuk pelibatan UMKM dan Rumah Potong Hewan (RPH).

• Pengembangan keuangan syariah.

• Peningkatan literasi dan inklusi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.

Kegiatan ini juga menandai langkah konkret sinergi antara regulator dan media dalam mempercepat transformasi ekonomi syariah, terutama di wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi besar namun masih minim eksposur.