Redaksi : Minggu, 18 Mei 2025 12:48

BUKAMATANEWS - Seorang remaja berusia 19 tahun asal Amerika Serikat bersama kelompoknya dilaporkan berhasil mencuri aset kripto senilai USD243 juta atau sekitar Rp 3,7 triliun. Informasi ini diungkapkan oleh penyelidik kejahatan kripto, ZachXBT.

Dalam laporannya, ZachXBT menjelaskan bahwa pencurian tersebut dilakukan melalui serangan rekayasa sosial berbasis telepon. Ia juga menyertakan rekaman layar percakapan di Discord yang diduga terkait dengan perampokan tersebut.

Percakapan tersebut mencantumkan nama pengguna Microsoft Windows PC yang berpartisipasi dalam komunikasi tersebut. Salah satunya adalah Veer Chetal, yang disebut oleh ZachXBT sebagai pemuda 19 tahun yang diduga terlibat.

Veer Chetal menggunakan nama pengguna 'Swag'. Ia diduga berperan dalam tahap awal pencurian untuk mendapatkan akses ke akun Gmail dan iCloud korban. Informasi ini dikutip dari laporan Krebsonsecurity pada Senin (14/10/2024).

Sementara itu, dua orang lainnya juga didakwa di Washington DC terkait kasus ini. Mereka adalah Malone 'Greavys' Lam (20) dan Jeandiel 'Box' Serrano (21) yang diduga terlibat dalam pencurian dan pencucian uang hasil kejahatan tersebut.

"Lam dan Serrano diduga menggunakan hasil pencucian uang kripto untuk berfoya-foya dengan perjalanan internasional, kelab malam, mobil mewah, jam tangan mahal, perhiasan, tas desainer, serta menyewa rumah mewah di Los Angeles dan Miami," tulis pernyataan Departemen Kehakiman AS.

Menurut penelusuran ZachXBT, Swag yang juga dikenal dengan nama Wiz, menerima pembayaran sebesar lebih dari US$41 juta dari dua bursa kripto. Ia juga menjelaskan gaya hidup mewah Lam yang menggunakan hasil curian untuk membeli lebih dari 10 kendaraan, menyewa properti mewah, dan menghabiskan antara US$250 ribu hingga US$500 ribu per malam di klub-klub Los Angeles dan Miami.

Berdasarkan laporan tersebut, semua tersangka diduga merupakan anggota komunitas The Com, kelompok yang berfokus pada aksi kejahatan kolektif. Para anggota komunitas ini dikenal kerap membanggakan aksi-aksi kriminal mereka sekaligus saling menjatuhkan dan mengkritik aksi pencurian yang dilakukan anggota lainnya.

TAG

BERITA TERKAIT