BUKAMATANEWS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai melunak terhadap China. Trump mengatakan tarif impor untuk China bisa turun menjadi 80%.
Sebelumnya Trump menetapkan tarif impor untuk produk China sebesar 145%. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan negara mitra dagang lainnya yang juga dikenakan tarif.
"China harus membuka pasarnya bagi AS-akan sangat baik bagi mereka! Pasar tertutup tidak lagi berfungsi! Tarif 80% untuk China tampaknya tepat. Terserah Scott B (Menteri Keuangan AS)," tulis Trump dalam unggahan media sosial dengan huruf kapital, dikutip dari Reuters, Minggu (11/5/2025).
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan penurunan tarif tersebut memang merupakan keterangan dari Trump. Namun, kebijakan tarif impor tidak sepihak diputuskan oleh Trump.
"Itu adalah angka yang dilontarkan presiden, dan kita akan lihat apa yang terjadi akhir pekan ini," ujarnya.
Rencananya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan kepala negosiator perdagangan Jamieson Greer akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Swiss. Pertemuan itu akan membahas cara mengatasi perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia.
Adanya pertemuan itu telah disampaikan oleh Trump. Ia memastikan akan ada perundingan substantif akhir pekan ini dan memperkirakan tarif impor untuk China kemungkinan akan turun.
BERITA TERKAIT
-
KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh, Indonesia Konsisten Dukung Gaza
-
China soal Parade Militer: Prabowo Putuskan Datang, Sudah di Beijing
-
Kerjasama AS - Indonesia Bawa Dampak Positif bagi Dunia Usaha
-
Kirim 200 Surat Tarif Impor ke Mitra Dagang, Trump Tutup Ruang Negosiasi Ulang
-
Trump Mau Tukar Data Warga RI dengan Diskon Tarif Impor