Redaksi : Jumat, 02 Mei 2025 10:40

BUKAMATANEWS - Salah satu toko kopi dan teh tertua di Amsterdam, Belanda, 't Zonnetje, yang telah beroperasi selama lebih dari 400 tahun, terpaksa menutup pintunya secara permanen. Keputusan ini diambil karena kenaikan biaya sewa yang signifikan dan perselisihan hukum yang dihadapi pemilik toko, Marie-Louise Velder.

Terletak di Haarlemmerdijk, 't Zonnetje didirikan pada tahun 1642 dan awalnya menjual batu bara serta air sebelum beralih ke penjualan teh dan kopi. Selama bertahun-tahun, toko ini dikenal karena koleksi minuman uniknya, termasuk biji kopi dari Ethiopia dan teh Lapsang Souchong dari Tiongkok.

Marie-Louise Velder, yang membeli toko ini pada tahun 1999, memperluas koleksi biji kopi hingga mencakup 30 jenis dari berbagai negara, seperti Arabika, Blue Mountain, Mokka, Ethiopia, Portuguesa, Guatemala, Peru Cecovasa, Thai Chiang Mai, Wiener, Columbia, dan Papua New Guinea.

Selain itu, ia juga menjual berbagai herbal dan puluhan jenis teh dari berbagai negara, lengkap dengan cangkir teh dan kopi yang terjangkau.

Sebelum pandemi COVID-19, toko ini ramai dikunjungi pelanggan yang menikmati kopi langsung di tempat. Namun, setelah pandemi, layanan minum di tempat dihentikan, dan toko hanya menjual biji serta bubuk kopi. Akibatnya, jumlah pengunjung menurun, dan dari 30 jenis kopi yang tersedia, kini hanya tersisa 16 jenis.

Biaya sewa toko meningkat dari 18.000 euro (sekitar Rp 340 juta) per tahun menjadi 36.000 euro (sekitar Rp 680 juta) per tahun. Marie sempat mengajukan keberatan atas kenaikan ini, terutama karena pemilik lahan berniat menggandakan kembali biaya sewa. Selain itu, ia juga menghadapi intimidasi dari rekan bisnis yang ingin mengambil alih toko secara keseluruhan.

Dengan berat hati, Marie memutuskan untuk menutup toko legendaris ini pada akhir Mei. Pelanggan setia 't Zonnetje pun berdatangan untuk membeli kopi dan teh sebelum toko bersejarah ini resmi ditutup. Marie tetap bersyukur atas dukungan yang diberikan oleh para pelanggannya selama ini.

TAG

BERITA TERKAIT