Redaksi : Senin, 28 April 2025 12:53

BUKAMATANEWS – Ketegangan di internal Google kembali memanas. Kali ini, ratusan karyawan dari divisi kecerdasan buatan Google DeepMind bergerak membentuk serikat pekerja untuk menentang rencana perusahaan menjual teknologi Artificial Intelligence (AI) ke entitas bisnis pertahanan yang terafiliasi dengan pemerintah Israel.

Menurut laporan Financial Times, sekitar 300 pegawai DeepMind telah bergabung dengan Communication Workers Union (CWU) dalam beberapa minggu terakhir. Langkah ini menjadi respons atas kekhawatiran bahwa teknologi AI Google akan digunakan untuk kepentingan militer di kawasan konflik.

Sebelumnya, media melaporkan ketidakpuasan luas di kalangan karyawan Google terkait hubungan bisnis perusahaan dengan Kementerian Pertahanan Israel. Google diketahui menjual layanan cloud dan AI untuk keperluan kementerian tersebut.

Gelombang Protes dan Pemecatan Massal

Protes terhadap kerja sama ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, sejumlah karyawan Google menggelar aksi terbuka menentang kontrak layanan cloud dengan pemerintah Israel. Akibat protes tersebut, Google memecat setidaknya 28 karyawan, dengan alasan mengganggu kenyamanan lingkungan kerja.

CEO Google, Sundar Pichai, membela keputusan itu, menegaskan bahwa Google adalah perusahaan bisnis yang tidak mentoleransi kegiatan yang menciptakan "onar" di tempat kerja.

Namun pemecatan tidak berhenti di sana. Menurut Jane Chung, juru bicara kelompok aktivis No Tech for Apartheid, terjadi gelombang pemecatan baru. Secara keseluruhan, lebih dari 50 karyawan Google dipecat setelah menyatakan sikap menentang kontrak tersebut, termasuk beberapa karyawan yang tidak ikut serta dalam demonstrasi.

"Pemecatan ini menunjukkan upaya Google untuk menekan perbedaan pendapat dan membungkam suara para pekerja," ungkap Jane Chung kepada Washington Post, dikutip dari Forbes.

Sementara itu, Google dalam keterangannya kepada Forbes menyatakan bahwa pemecatan dilakukan terhadap karyawan yang "secara langsung terlibat dalam aktivitas disruptif" di kantor perusahaan.

Demonstrasi 8 Jam di Kantor Google

Salah satu bentuk protes terbesar berlangsung selama 8 jam di kantor Google Sunnyvale dan New York City, di mana para karyawan menuntut Google untuk menghentikan kerja sama dengan pemerintah Israel. Mereka mengkhawatirkan bahwa teknologi yang dikembangkan, termasuk AI, dapat digunakan untuk mendukung operasi militer Israel di Gaza.

Situasi ini memperlihatkan ketegangan yang semakin besar antara manajemen Google dan sebagian karyawannya terkait etika penggunaan teknologi di wilayah konflik.

 

 

TAG

BERITA TERKAIT