Redaksi : Minggu, 27 April 2025 11:24

 

MAKASSAR,BUKAMATANEWS – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa Malaysia menunjukkan ketertarikan untuk belajar dari Indonesia dalam mengelola stok cadangan pangan, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Hal ini disampaikan Amran usai bertemu Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu.

Amran menyebutkan, stok cadangan beras Indonesia saat ini mencapai 3,18 juta ton, angka tertinggi dalam 23 tahun terakhir. Keberhasilan ini, menurutnya, tidak lepas dari serangkaian langkah antisipatif yang cepat, seperti program pompanisasi untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim.

"Kami bertemu Menteri Pertanian Malaysia. Mereka mengalami gangguan produktivitas karena perubahan iklim. Kita di Indonesia mengantisipasi perubahan iklim itu dengan langkah cepat, yaitu pompanisasi. Ini yang mungkin belum dilakukan di sana, sehingga mereka ingin belajar ke Indonesia," kata Amran, Sabtu (26/4), dikutip dari Reuters.

Amran menambahkan, keberhasilan Indonesia dalam menjaga produktivitas pertanian juga berkat penerapan teknologi seperti penggunaan benih unggul, pengelolaan air yang efisien, pembangunan sumur dangkal dan dalam, serta sistem irigasi berbasis pompa.

"Mereka ingin belajar tentang benih, manajemen air, pembangunan sumur, hingga sistem irigasi berbasis pompa. Malaysia bahkan berencana mengirimkan timnya ke Indonesia untuk mempelajari langsung teknologi yang kita terapkan," ujar Amran.

Mentan menegaskan, Indonesia terbuka untuk berbagi pengalaman dan teknologi dengan negara sahabat sebagai bentuk kontribusi terhadap ketahanan pangan regional, di tengah meningkatnya ancaman krisis pangan akibat perubahan iklim global. Meski begitu, Amran belum mengungkapkan secara pasti kapan Malaysia akan mengirimkan delegasi belajarnya.

Sebelumnya, pada Selasa (22/4), Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan Malaysia mengadakan pertemuan resmi dengan Kementerian Pertanian RI di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu menyampaikan ketertarikannya untuk mempelajari inovasi pertanian Indonesia, terutama dalam produksi padi dan jagung.

"Kami berupaya untuk melakukan pertukaran teknologi atau pembinaan bersama, sehingga dapat memperoleh segala bentuk teknologi baru di bidang pertanian, khususnya padi, ikan, dan jagung, antara dua negara bertetangga, Malaysia dan Indonesia," ujar Mohamad.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan kedua negara dapat saling memperkuat ketahanan pangan nasional mereka di tengah tantangan global yang semakin berat.

 

TAG

BERITA TERKAIT