MAROS, BUKAMATANEWS – Bupati Maros AS Chaidir Syam resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan rumah dan toko di sepanjang jalan poros di Kabupaten Maros untuk memasang kamera pengawas (CCTV). Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini terhadap tindak kekerasan, pencurian, dan kejahatan jalanan lainnya.
Kebijakan tersebut disampaikan Chaidir saat menghadiri deklarasi anti kekerasan yang digagas kelompok pemuda Maros di Lapangan Pallantikang, Kamis (17/4/2025). “Kita ingin setiap sudut jalan terpantau. Dengan adanya CCTV yang menghadap ke jalan poros, diharapkan jika terjadi tindak kejahatan, pihak kepolisian bisa segera mengidentifikasi pelakunya,” jelasnya.
Menurut Chaidir, beberapa kasus kejahatan yang terjadi sebelumnya kerap terkendala dalam pengungkapan pelaku karena ketiadaan CCTV di lokasi kejadian. “Selama ini beberapa tindak kejahatan pelakunya tidak tertangkap karena tidak ada rekaman yang bisa membantu polisi,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Maros akan berkoordinasi dengan para camat untuk melakukan sosialisasi dan pendataan rumah dan toko yang berada di jalur rawan, khususnya di sepanjang jalan poros nasional. “Banyak toko modern atau kios yang sudah memiliki CCTV sendiri. Kita akan dorong agar penggunaannya lebih maksimal untuk kepentingan bersama,” tambahnya.
Selain pemasangan CCTV, Pemkab Maros juga akan kembali mengaktifkan sistem keamanan keliling (siskamling) sebagai langkah tambahan dalam meminimalisir tindak kriminal di wilayahnya. “Kami sudah sampaikan ke para camat. Kita targetkan pekan depan sudah mulai berjalan,” pungkas mantan Ketua DPRD Maros ini.
BERITA TERKAIT
-
Bupati Maros Kukuhkan Paskibraka 2026, Chaidir Syam: Kalian Putra-Putri Terbaik Daerah
-
Pemkab Maros Salurkan 16 Tangki Air Bersih untuk Ribuan Warga Terdampak Kekeringan
-
58 Pramuka Terbaik Maros Siap Harumkan Nama Daerah di Jambore Nasional XII 2026
-
Pemkab Maros Gelontorkan Rp2 Miliar, Kapasitas IPA Bantimurung Naik hingga 200 Liter per Detik
-
Bupati Maros Turun Tangan Kawal Pemulangan Jenazah Warga yang Tewas di Armenia, Gandeng DPR RI dan Kementerian P2MI