Redaksi : Senin, 14 April 2025 10:12

MAKASSAR,BUKAMATANEWS– Tak selamanya kejayaan sebuah merek bisa bertahan lama. Sejumlah perusahaan raksasa yang pernah berjaya di Indonesia akhirnya harus mengakhiri operasionalnya karena berbagai tekanan, mulai dari persaingan bisnis hingga krisis keuangan. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki ikatan emosional kuat dengan masyarakat Indonesia.

Berikut daftar 7 perusahaan besar yang dinyatakan bangkrut atau menutup bisnisnya di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir:

1. Tupperware

Setelah 33 tahun menjadi bagian dari dapur masyarakat Indonesia, Tupperware resmi menghentikan operasionalnya per 31 Januari 2025. Kabar ini diumumkan lewat akun Instagram resmi @tupperwareid.

Perusahaan asal AS ini sempat menghadapi kebangkrutan global, sebelum akhirnya menjual aset dan merek senilai puluhan juta dolar untuk bertahan. Namun sayangnya, langkah tersebut tak mampu menyelamatkan cabangnya di Indonesia.

2. Revlon

Pada 2022, Revlon mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS akibat beban utang dan krisis pasokan. Brand kosmetik legendaris ini sempat menjadi favorit para wanita Indonesia, dan kini tinggal kenangan.

3. Giant

Jaringan ritel hypermarket ini sudah mulai menutup gerai sejak 2015. Dengan daya beli yang melemah dan kompetisi yang ketat, Giant akhirnya menutup seluruh gerainya pada 2023. Bagi banyak keluarga Indonesia, ini jadi kehilangan tempat belanja favorit.

4. JD.ID

Platform e-commerce JD.ID, anak usaha dari raksasa China JD.com, mengumumkan penutupan layanan pada Maret 2023. Sebelumnya, JD.ID telah melakukan PHK massal dan menghentikan layanan logistik internal.

5. Sritex

PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), produsen tekstil besar asal Solo, resmi pailit pada 1 Maret 2025 karena gagal membayar utang. Padahal Sritex sempat mencetak laba besar dan menjadi kebanggaan industri tekstil nasional.

6. Kodak

Merek legendaris di dunia fotografi ini bangkrut sejak 2012 karena kalah bersaing dalam era digital. Di Indonesia, Kodak dulunya sangat populer sebagai penyedia jasa cetak foto dan kamera analog.

7. PT Nyonya Meneer

Produsen jamu tradisional ini dinyatakan bangkrut setelah menghadapi masalah operasional dan utang yang menumpuk hingga ratusan miliar rupiah. Padahal, merek ini sudah berdiri sejak awal abad ke-20 dan punya sejarah panjang di dunia herbal.

Kisah bangkrutnya deretan perusahaan ini jadi pengingat bahwa bisnis sebesar apapun bisa tumbang jika tidak mampu beradaptasi. Di tengah tantangan ekonomi global dan disrupsi teknologi, hanya yang terus berinovasi dan fleksibel yang mampu bertahan.

 

TAG

BERITA TERKAIT