Dewi Yuliani : Jumat, 11 April 2025 23:26
Pembukaan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Enrekang yang digelar di Aula Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Jumat, 11 April 2025.

ENREKANG, BUKAMATANEWS – Keberadaan petugas haji baik Kloter maupun Non Kloter sangat vital kontribusinya dalam kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji. Zebab di pundak merekalah tugas dan tanggungjawab mewakili pemerintah dan Negara dalam memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah.

"Sukses tidaknya penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, sangat tergantung kepada seberapa serius komitmen petugas haji dalam memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada jemaah, makanya saya minta petugas haji bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab, layanilah mereka layaknya melayani orangtua dan keluarga sendiri," tegas Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Ali Yafid, saat acara Pembukaan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Enrekang yang digelar di Aula Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Jumat, 11 April 2025.

Ali Yafid juga mengingatkan jemaah haji agar meluruskan orientasi keberangkatannya berhaji ke Tanah Suci itu karena lillahi taala, bukan karena gengsi atau status social.

"Tanah Suci itu adalah tanah yang diberkati, tanah yang maqbul maka perbanyaklah berdoa, utamanya di tempat-tempat mustajab, doakan keluarga ta’, kerabat ta’, termasuk doakan pemimpin ta’ dan daerah ta’ agar diberi keberkahan supaya menjadi daerah yang sejahtera, aman dan makmur," pesan Kakanwil Ali Yafid.

Selain Kakanwil, kegiatan ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati Enrekang, Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Kantor Kemenag Enrekang, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua MUI, serta sejumlah pimpinan perbankan yang menjadi mitra Kemenag dan Pemda Enrekang.

Setelah membuka kegiatan Manasik, Wakil Bupati Enrekang Andi Tenri Liwang menyampaikan pesan-pesan spiritual yang mendalam. Ia menegaskan bahwa saat mencium atau menyentuh Hajar Aswad, jemaah tidak sedang meminta kepada batu tersebut, melainkan kepada Allah SWT sebagai simbol ketundukan dan keikhlasan dalam ibadah.

Secara khusus, ia juga mengundang seluruh calon jemaah haji untuk bersilaturahmi ke kediamannya, baik sebelum keberangkatan maupun setelah kembali dari Tanah Suci, karena menurutnya itu sudah menjadi tradisi di keluarganya dalam menjamu dan memuliakan para Tamu Allah.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Enrekang, Ramli Rasyid, melaporkan bahwa jumlah jemaah haji Kabupaten Enrekang yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 188 orang, namun terjadi dinamika yakni 6 orang melakukan mutasi keluar dan 1 orang menunda keberangkatan karena menunggu mahram.

"Saat ini ada dua orang mutasi masuk, sehingga jumlah jemaah haji Kabupaten Enrekang saat ini berjumlah 183 orang. Data resmi akan ditetapkan setelah pelunasan tahap kedua selesai," jelas Ramli Rasyid.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel, Ikbal Ismail menegaskan bahwa kegiatan manasik ini menjadi bekal penting bagi para calon jemaah haji agar memperkaya wawasan dan praktik tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan benar. Selain pembekalan spiritual, para peserta juga mendapat penjelasan teknis mengenai prosedur keberangkatan, pelayanan kesehatan, serta pemanfaatan layanan perbankan selama di Tanah Suci.

Sesuai jadwal pemberangkatan dan pemulangan haji Tahun 1446 H/2025 M Embarkasi Hasanuddin Makassar, jemaah haji Kabupaten Enrekang masuk di gelombang kedua yakni Kloter 32 tergabung bersama jemaah asal Kabupaten Gowa, Makassar dan Provinsi Gorontalo. Masuk Asrama Haji Sudiang Makassar pada tanggal 23 Mei 2025 pukul 08.00 Wita dan akan diterbangkan menuju Kota Jeddah pada tanggal 24 Mei 2025 pukul 02.45 Wita dini hari dengan menggunakan pesawat Garuda Airlines GA.1121, dan kembali ke Tanah Air pada tanggal 4 Juli 2025 Pukul 01.56 Wita. (*)