BUKAMATANEWS - China menyatakan perang tarif yang diletuskan Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanyalah sekadar permainan angka.
Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan tarif yang dikenakan Trump kepada produk China telah "menjadi permainan angka tanpa signifikansi praktis dalam ekonomi.
"Ini hanya akan semakin mengekspos praktik AS yang menjadikan tarif sebagai alat intimidasi dan pemaksaan," kata dia, seperti dikutip AFP, Jumat (11/4).
"Ini hanya akan menjadi lelucon," lanjutnya.
China dan AS saat ini terlibat perang tarif usai Trump mengumumkan penerapan pajak tinggi untuk produk-produk Beijing pada 2 April lalu.
Kedua negara kemudian saling balas menerapkan bea masuk yang makin hari makin melejit, dengan AS saat ini mengenakan pajak 145 persen ke produk Beijing serta China yang membalas dengan mematok tarif 125 persen untuk produk Washington.
Menurut Kemendag China, besaran tarif Beijing kepada AS ini tak akan bertambah karena China tak mau lagi meladeni peperangan tak berarti tersebut.
BERITA TERKAIT
-
Mahfuz Sidik: Negara-negara Teluk Perlu Segera Bentuk Aliansi Bersama Hilangkan Hegemoni Amerika
-
Serangan AS–Israel ke Iran Tewaskan Lebih dari 1.300 Warga, Ribuan Bangunan Sipil Rusak
-
Trump Siap Perpanjang Operasi “Epic Fury”, Sinyal Konflik AS-Iran Bisa Meluas
-
Iran Klaim Tewaskan Ratusan Tentara AS-Israel, Washington Bantah: Ketegangan Militer Kian Memanas
-
Dari 10 ke 15 Persen: Kebijakan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian Global