Redaksi
Redaksi

Kamis, 10 April 2025 10:49

IHSG Meroket 5,07% Setelah Trump Tunda Tarif Dagang Selama 90 Hari

IHSG Meroket 5,07% Setelah Trump Tunda Tarif Dagang Selama 90 Hari

IHSG melonjak 5,07% pada pembukaan perdagangan Kamis (10/4/2025) setelah Presiden AS Donald Trump menunda tarif impor selama 90 hari untuk sebagian besar negara, kecuali China.

 

BUKAMATANEWS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif pada pembukaan perdagangan sesi I hari ini, Kamis (10/4), seiring kabar positif dari Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump dilaporkan menunda penerapan tarif resiprokal selama 90 hari, yang disambut baik oleh pelaku pasar global.

Pada pukul 09:20 WIB, IHSG tercatat melonjak 5,07% dan berhasil menembus level psikologis 6.200. Lonjakan ini menjadi sinyal bangkitnya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi jangka pendek.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi sudah mencapai Rp 3,7 triliun, dengan volume sebesar 4,3 miliar saham yang ditransaksikan dalam 205.607 kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 474 saham menguat, 57 saham melemah, dan 98 lainnya stagnan.

Respon Positif atas Kebijakan Trump

Kenaikan tajam IHSG ini dipicu oleh sentimen global yang membaik, terutama setelah Presiden Trump mengumumkan penundaan pemberlakuan tarif tambahan untuk lebih dari 75 negara mitra dagang. Penundaan ini disampaikan melalui unggahan di platform X sekitar pukul 13:30 waktu setempat.

Trump menyebut bahwa langkah ini diambil karena sebagian besar negara mitra menunjukkan itikad baik dan memilih jalur diplomasi dibandingkan pembalasan tarif. "Lebih dari 75 negara telah menghubungi kami untuk membahas berbagai isu. Karena itu, saya menunda penerapan tarif baru selama 90 hari," tulis Trump.

China Masih Jadi Pengecualian

Namun, penundaan tarif ini tidak berlaku untuk China. Trump justru mengumumkan kenaikan tarif terhadap produk asal Negeri Tirai Bambu hingga 125% secara langsung. Hal ini disebut sebagai respons terhadap sikap China yang dianggap tidak kooperatif dan "tidak menghormati Pasar Dunia."

“China tidak menunjukkan rasa hormat yang layak terhadap sistem perdagangan global. Karena itu, tarif terhadap produk China dinaikkan menjadi 125%, berlaku segera,” tulis Trump.

Meski demikian, kebijakan penundaan tarif ini tidak sepenuhnya menghapus ketegangan dagang. Tarif umum sebesar 10% masih tetap diberlakukan terhadap sejumlah negara, dan ketidakpastian global belum sepenuhnya mereda.

Tarif Lain Masih Berlaku

Untuk negara-negara seperti Kanada dan Meksiko, produk-produk yang termasuk dalam perjanjian dagang AS-Meksiko-Kanada (USMCA) tetap bebas tarif. Namun, produk di luar perjanjian tetap dikenakan tarif hingga 25%, termasuk energi dan pupuk dari Kanada yang kini dikenai tarif sebesar 10%.

Sementara itu, Gedung Putih belum merinci negara-negara mana saja yang masuk dalam daftar penundaan tarif. Di sisi lain, Uni Eropa dikabarkan akan segera memberlakukan tarif balasan pekan depan.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga menegaskan bahwa tarif atas produk impor seperti mobil, baja, dan aluminium tetap diberlakukan, sementara tarif untuk produk lain seperti kayu dan obat-obatan masih dalam proses.

 

 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer