Lima Pangkalan LPG Ditutup, Bupati Luwu Utara: Cabut Izinnya Bila Melanggar
20 Juni 2026 19:10
Presiden Taiwan Lai Ching-te ajukan tarif nol ke AS usai Trump naikkan bea impor. Taiwan pilih hapus hambatan dagang dan tambah investasi di Amerika.

TAIPEI,BUKAMATA – Presiden Taiwan Lai Ching-te menyatakan kesiapannya untuk menjadikan "tarif nol" sebagai dasar negosiasi dagang dengan Amerika Serikat, menyusul kebijakan tarif impor besar-besaran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Dalam sebuah pesan video pada Minggu (6/4/2025), Lai menegaskan bahwa Taiwan memilih untuk menghapus hambatan perdagangan dibanding menerapkan aksi balasan. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan Taiwan akan terus memperkuat investasinya di AS sebagai bentuk komitmen ekonomi bilateral.
"Kami berharap negosiasi tarif dapat dimulai dengan 'tarif nol' antara Taiwan dan Amerika Serikat, merujuk pada kerangka perjanjian perdagangan bebas AS-Kanada-Meksiko," ujar Lai.
Pernyataan ini muncul tak lama setelah Trump mengumumkan tarif impor menyeluruh dengan bea masuk tinggi bagi puluhan mitra dagang utama AS, termasuk Taiwan yang menghadapi tarif sebesar 32% atas produknya. Namun, ekspor semikonduktor Taiwan—produk andalan negara tersebut—tidak termasuk dalam daftar tarif baru itu.
Lai menyebut ekonomi Taiwan sangat bergantung pada perdagangan, sehingga kebijakan tarif ini bisa membawa dampak signifikan. Meski begitu, ia optimistis efeknya bisa ditekan dan diubah menjadi peluang baru.
Investasi Taiwan di AS Terus Mengalir
Lai menekankan bahwa Taiwan tidak memiliki rencana untuk melakukan pembalasan tarif. Justru, sejumlah perusahaan Taiwan disebut akan meningkatkan investasinya di AS.
Salah satu contohnya adalah TSMC, raksasa semikonduktor Taiwan, yang bulan lalu mengumumkan rencana investasi tambahan sebesar US$ 100 miliar di Amerika Serikat.
"Ke depan, selain TSMC, sektor lain seperti elektronik, informasi dan komunikasi, petrokimia, serta gas alam juga berpotensi memperkuat kerja sama dan investasi di AS," kata Lai.
Tak hanya itu, kabinet Taiwan saat ini tengah mempertimbangkan pembelian besar-besaran dari sektor pertanian, industri, hingga energi AS. Kementerian pertahanan Taiwan juga disebut sudah mengajukan rencana pembelian alutsista dari Negeri Paman Sam.
Selesaikan Hambatan Nontarif
Lai juga menyinggung pentingnya mengatasi hambatan perdagangan nontarif yang selama ini menjadi sorotan Washington.
"Hambatan nontarif adalah indikator penting bagi AS dalam menilai kewajaran perdagangan. Taiwan akan secara aktif menyelesaikan persoalan ini demi kelancaran negosiasi," ujarnya.
AS merupakan mitra strategis sekaligus pemasok utama persenjataan Taiwan, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik formal.
Dihadapkan pada Tekanan Ganda dari Tiongkok
Ketegangan geopolitik ikut membayangi langkah Taiwan. Baru-baru ini, Tiongkok menggelar latihan militer besar di sekitar Taiwan dan menyebut Presiden Lai sebagai "parasit". Tindakan ini dilakukan tak lama sebelum pengumuman tarif dari Trump.
Meski begitu, Lai tetap percaya diri. "Taiwan telah melalui berbagai krisis global sebelumnya dan berhasil bangkit. Kami tak hanya mampu bertahan, tetapi juga bisa mengubah krisis menjadi peluang untuk menjadikan ekonomi kami lebih kuat dan tangguh," tutupnya.
20 Juni 2026 18:40
20 Juni 2026 12:35
20 Juni 2026 18:50
20 Juni 2026 19:04
20 Juni 2026 18:45