BUKAMATA - Lebih dari 10 kapal militer China mendekati zona perbatasan Taiwan sejauh 24 mil laut (44,4 kilometer) pada Selasa pagi, 1 April 2025. Sebagai respons, Taiwan mengerahkan kapal perangnya untuk menghadapi pergerakan tersebut.
Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan melaporkan bahwa kelompok kapal induk Shandong milik China memasuki area respons Taiwan pada hari sebelumnya. Taiwan menanggapi dengan mengerahkan pesawat dan kapal militer serta mengaktifkan sistem rudal berbasis darat.
Latihan militer China ini dianggap sebagai "peringatan keras" terhadap tindakan separatis, dengan menyebut Presiden Taiwan, Lai Ching-te, sebagai "parasit." Taiwan mengutuk tindakan tersebut sebagai provokasi yang mengganggu stabilitas regional.
Amerika Serikat mengecam tindakan China, menyatakan bahwa intimidasi militer semacam itu meningkatkan ketegangan dan mengancam perdamaian serta stabilitas di kawasan Selat Taiwan.
Situasi ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik di kawasan tersebut, dengan komunitas internasional menyerukan penurunan ketegangan dan dialog antara kedua belah pihak.