BUKAMATA - Bulan Maret 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi Wall Street, dengan banyak saham mengalami penurunan signifikan.
Salah satu yang paling terdampak adalah Tesla Inc., produsen kendaraan listrik terkemuka, yang sahamnya anjlok sekitar 36% selama bulan tersebut.
Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama
Penurunan Penjualan di Pasar Utama
Tesla mengalami penurunan penjualan di pasar penting seperti Uni Eropa dan China. Di Eropa, penjualan menurun selama dua bulan berturut-turut, sementara di China, terjadi penurunan 50% pada Februari dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh meningkatnya persaingan dari produsen lokal.
Kontroversi Politik Elon Musk
Keterlibatan Elon Musk dalam pemerintahan AS, khususnya perannya di Departemen Efisiensi Pemerintah di bawah Presiden Trump, memicu reaksi negatif.
Hal ini mengakibatkan lebih dari 200 protes yang disebut "Tesla Takedown" dan insiden vandalisme terhadap kendaraan Tesla, termasuk pembakaran 17 mobil di sebuah dealer di Roma.
Kekhawatiran Tarif Impor
Pengumuman Presiden Trump mengenai tarif baru untuk suku cadang otomotif dan barang lainnya menimbulkan ketidakpastian di pasar.
Meskipun Tesla memproduksi sebagian besar kendaraannya di AS, perusahaan masih bergantung pada suku cadang impor, sehingga tarif ini berpotensi meningkatkan biaya produksi.
Meskipun menghadapi tantangan ini, mayoritas analis Wall Street tetap optimis terhadap prospek jangka panjang Tesla.
Sebelas dari 19 analis yang mengikuti saham Tesla memberikan peringkat "beli", dengan target harga rata-rata yang jauh lebih tinggi dari harga perdagangan saat ini.