BUKAMATA - Modus penipuan baru kini mengincar pengguna Google Maps. Para pelaku mengedit informasi bisnis atau layanan publik dan memasukkan nomor kontak palsu.
Saat pengguna menghubungi nomor tersebut, mereka diarahkan untuk memberikan informasi pribadi atau melakukan transaksi yang merugikan.
Sejauh ini, sejumlah bank melaporkan nomor kontak mereka telah diubah oleh penipu. Nasabah yang menghubungi nomor tersebut justru diarahkan ke pihak yang meminta data pribadi.
Begitu pula, Kantor imigrasi dan institusi pemerintahan lainnya juga menjadi sasaran. Nomor palsu ini kerap digunakan untuk menipu masyarakat yang ingin mengurus dokumen penting.
Untuk tindakan pencegahan Google telah menghapus lebih dari 10.000 profil bisnis palsu dan mengambil langkah hukum terhadap jaringan penipuan ini.
Cara Menghindari Penipuan
1. Verifikasi Informasi: Cek nomor kontak melalui situs web atau media sosial resmi.
2. Perhatikan Detail Alamat:Waspadai jika ada nomor telepon di kolom alamat.
3. Laporkan ke Google: Gunakan fitur "Laporkan Masalah" di Google Maps jika menemukan informasi mencurigakan.
4. Jangan Berikan Data Pribadi: Hindari memberikan informasi penting kepada nomor yang belum terverifikasi.