BUKAMATA - Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat lalu telah menyebabkan jumlah korban tewas mencapai 2.056 orang, dengan lebih dari 3.900 orang terluka dan sekitar 270 lainnya masih hilang.
Sebagai respons atas tragedi ini, pemerintah Myanmar mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari, di mana bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang hingga 6 April sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.
Gempa tersebut menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah, terutama di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar. Banyak bangunan, termasuk masjid, sekolah, dan rumah sakit, mengalami kerusakan atau runtuh. Rumah sakit umum dengan 1.000 tempat tidur di Mandalay terpaksa dievakuasi, dengan ratusan pasien dirawat di luar gedung.
Upaya penyelamatan terus dilakukan, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan seperti pemadaman listrik, gangguan komunikasi, dan kurangnya peralatan berat. Komunitas internasional telah memberikan bantuan; Rusia, India, Tiongkok, Thailand, PBB, Uni Emirat Arab, dan negara-negara lainnya telah mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan serta bantuan kemanusiaan.
Selain di Myanmar, gempa ini juga berdampak di negara tetangga, Thailand, di mana setidaknya 19 orang dilaporkan tewas akibat runtuhnya bangunan di Bangkok.
Pemerintah Myanmar dan tim penyelamat terus berupaya keras dalam operasi pencarian dan penyelamatan, dengan harapan dapat menemukan lebih banyak korban selamat di tengah reruntuhan.