Redaksi : Kamis, 27 Maret 2025 14:33

BUKAMATA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 Hijriah akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Prediksi ini didasarkan pada analisis posisi hilal saat matahari terbenam pada 29 dan 30 Maret 2025.l

Pada 29 Maret 2025, konjungsi atau ijtimak terjadi pada pukul 19.35.53 WITA. Saat matahari terbenam pada hari tersebut, tinggi hilal di Indonesia berkisar antara -3,29° di Merauke, Papua, hingga -1,07° di Sabang, Aceh, dengan elongasi geosentris antara 1,06° hingga 1,61°.

Artinya, posisi hilal masih di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria visibilitas hilal menurut standar MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3° dan elongasi 6,4°

Pada 30 Maret 2025, tinggi hilal saat matahari terbenam meningkat menjadi antara 7,96° hingga 11,48°, dengan elongasi geosentris antara 13,02° hingga 14,83°. Dengan demikian, hilal diperkirakan akan terlihat pada hari tersebut, sehingga 1 Syawal 1446 H jatuh pada 31 Maret 2025.

Menariknya, perhitungan ini sejalan dengan metode hisab yang digunakan oleh Muhammadiyah, yang menetapkan bahwa awal bulan hijriah dimulai ketika hilal berada di atas 0° tanpa mempertimbangkan elongasi. Oleh karena itu, terdapat potensi bahwa Idulfitri 2025 akan dirayakan secara serentak oleh pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Namun, keputusan resmi mengenai penetapan 1 Syawal 1446 H akan ditentukan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dan metode hisab.

TAG

BERITA TERKAIT