Redaksi
Redaksi

Selasa, 25 Maret 2025 12:42

Stok Beras Nasional Aman Jelang Lebaran 2025, Mentan: Tertinggi dalam 7 Tahun

Stok Beras Nasional Aman Jelang Lebaran 2025, Mentan: Tertinggi dalam 7 Tahun

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman menjelang Lebaran 2025. Bulog memiliki 2,2 juta ton beras, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Pemerintah juga menargetkan penyerapan 3 juta ton gabah guna menjaga ketahanan pangan

BUKAMATA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman menjelang Lebaran 2025. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Perum Bulog memiliki cadangan sebanyak 2,2 juta ton beras, angka tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

"Saat ini stok kita berada di level yang sangat baik, bahkan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. Ke depan, kami optimistis Bulog dapat menambah cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 1 juta ton pada bulan depan dan terus meningkat di bulan berikutnya," ujar Amran usai menghadiri Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (24/3/2025).

Harga Pangan Stabil Selama Ramadan

Selain memastikan stok aman, Amran juga menyatakan bahwa harga pangan, khususnya beras, tetap stabil selama Ramadan. Pemerintah terus melakukan koordinasi untuk memastikan ketersediaan pangan serta pencapaian swasembada pangan dalam jangka panjang.

"Kami terus mengawal agar distribusi pangan berjalan lancar, sehingga tidak ada lonjakan harga yang merugikan masyarakat. Stok yang cukup menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga," tambahnya.

Produksi Padi Tertinggi dalam Tujuh Tahun

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Amran memaparkan bahwa produksi padi dalam periode Januari-April 2025 diperkirakan mencapai 24,22 juta ton gabah kering giling (GKG). Capaian ini merupakan yang tertinggi dibandingkan periode yang sama dalam tujuh tahun terakhir.

Pada Januari 2025, produksi padi meningkat hingga 50%, sementara Februari mengalami kenaikan 49%, dan Maret tumbuh sebesar 51%. Amran juga menyoroti lonjakan penyerapan gabah oleh pemerintah.

"Jika pada Januari-Maret 2024 Bulog hanya mampu menyerap 35 ribu ton gabah, dalam periode yang sama tahun ini penyerapan diproyeksikan mencapai 700 ribu ton. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional," jelasnya.

Target Serapan 3 Juta Ton Gabah

Amran menambahkan, pemerintah menargetkan total penyerapan gabah mencapai 3 juta ton pada April atau Mei mendatang. Jika realisasi serapan mencapai lebih dari 2 juta ton dalam periode tersebut, maka stok beras nasional di Bulog dipastikan akan sangat mencukupi.

"Tahun lalu, total serapan selama setahun hanya sekitar 1 juta ton. Namun, tahun ini kami menargetkan 3 juta ton. Jika tren penyerapan terus berjalan seperti sekarang, maka target ini bisa tercapai bahkan bisa lebih dari 4 juta ton di gudang Bulog," kata Amran.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, TNI, Polri, serta para petani di seluruh Indonesia. Ia pun mengapresiasi sinergi yang telah terjalin dan berharap kondisi ini terus membaik di masa mendatang.

"Dengan tantangan El Nino dan La Nina, kita tetap mampu menjaga produksi dan distribusi pangan dengan baik. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Semoga kondisi ini terus membaik ke depan," tutup Amran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.