Dewi Yuliani : Minggu, 23 Maret 2025 21:17
Unit Kegiatan Mahasiswa Seni dan Budaya Talas Unismuh Makasar ikut bersuara perihal kisruh RUU TNI yang kini masih ramai diperbincangkan publik.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya Talas Unismuh Makasar ikut bersuara perihal kisruh RUU TNI yang kini masih ramai diperbincangkan publik.

Mereka juga melakukan protes dengan menggelar aksi teatrikal di depan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Minggu, 23 Maret 2025.

Aksi ini digelar sebagai upaya untuk menyampaikan pesan penolakan secara kreatif dan menarik perhatian publik.

Koordinator Lapangan (Korlap) Ahmad Muhadir mengatakan, aksi teatrikal dipilih karena dianggap lebih efektif dalam membangkitkan emosi dan kesadaran masyarakat dibandingkan dengan aksi unjuk rasa konvensional.

"Melalui seni pertunjukan, kami ingin menyoroti dampak revisi UU TNI yang dinilai dapat membatasi kebebasan sipil dan mengancam kehidupan demokrasi di Indonesia," ungkap dia.

Tema aksi mereka yakni 'Deklarasi Seni: Ambucive Law Making'. Dalam pertunjukan yang dilakukan ditengah jalan ramai itu para pekerja seni melakukan gerakan tari kontemporer.

"Jadi ada sejumlah penari dengan pakaian hitam bermakna kesedihan dan amarah yang diibaratkan seperti gagak hitam yang menyampaikan kabar duka," ucap dia.

Adapun pembacaan puisi ditengah-tengah teatrikal yang menceritakan tentang perlawanan terhadap kepentingan yang mengatasnamakan keadilan sedangkan membungkam dengan label ancaman negara.

Beberapa mahasiswa juga sengaja menggelantungkan dirinya untuk melambangkan kebebasan ekspresi yang kian dibungkam.

"Ini melambangkan prinsip kenegaraan yang akan terjadi apabila undang-undang TNI ini diberlakukan" beber dia.

Ahmad Muhadir menegaskan bahwa seni merupakan medium protes yang kuat karena mampu menyampaikan pesan dengan cara yang lebih mendalam dan berkesan. Selain aksi teatrikal, mereka juga berencana untuk memperkuat kampanye melalui media sosial, pers, dan pertemuan komunitas guna menggalang dukungan lebih luas. (*)