Redaksi
Redaksi

Sabtu, 15 Maret 2025 19:30

PJI Sulsel Gelar Talkshow: Menakar Masa Depan Industri Pariwisata di Sulsel 2025

PJI Sulsel Gelar Talkshow: Menakar Masa Depan Industri Pariwisata di Sulsel 2025

PJI Sulsel menggelar talkshow Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata Sulsel 2025 di Hotel Nexa Pettarani. Acara ini membahas dampak kebijakan anggaran terhadap industri perhotelan dan pariwisata

MAKASSAR,BUKAMATA – Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan menggelar talkshow bertajuk Tantangan dan Peluang Industri Pariwisata Sulsel 2025 di Hotel Nexa Pettarani.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas dinamika kebijakan anggaran pemerintah dan dampaknya terhadap sektor perhotelan serta industri pariwisata di Sulawesi Selatan.

Salah satu pembicara, Andi Hadi Ibrahim Baso, Ketua Komisi D DPRD Makassar, menyoroti pentingnya industri perhotelan dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

Ia menegaskan bahwa pembatasan operasional hotel yang diusulkan oleh pemerintah pusat berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

"Hotel-hotel di Makassar adalah penyumbang PAD yang penting. Saya tidak sepakat jika ada pembatasan pergerakan dari Presiden terhadap operasional hotel," ujar Hadi Ibrahim Baso.

Didi Leonardo Manaba, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulsel, juga turut hadir dan memberikan pandangan mengenai tantangan serta peluang yang dihadapi industri pariwisata Sulawesi Selatan pada tahun 2025.

Sementara itu, General Manager Hotel Mercure Nexa Pettarani, Wiwied Nurseka, berharap bahwa diskusi ini dapat memberikan wawasan dan solusi bagi para pelaku industri perhotelan dan pariwisata dalam menghadapi dinamika kebijakan anggaran serta memanfaatkan peluang yang ada di tahun 2025.

Talkshow ini diharapkan menjadi forum strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, dan stakeholder lainnya untuk mencari titik temu dalam menjaga keberlangsungan industri pariwisata dan perhotelan di Sulawesi Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.