Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 2.500 Pohon di Tanralili Maros
20 Juni 2026 23:47
Ledakan roket Starship milik SpaceX pada 7 Maret 2025 mengganggu 240 penerbangan di AS. FAA melaporkan insiden ini menyebabkan keterlambatan, pengalihan, dan penahanan penerbangan di udara. SpaceX diminta investigasi sebelum peluncuran berikutnya.
BUKAMATA – Ledakan roket Starship milik SpaceX pada Kamis (7/3) menyebabkan gangguan besar terhadap lalu lintas udara di Amerika Serikat. Administrasi Penerbangan Federal (FAA) melaporkan bahwa insiden ini berdampak pada 240 penerbangan, termasuk keterlambatan, pengalihan, dan penahanan pesawat di udara akibat kekhawatiran terhadap puing-puing luar angkasa.

"Kami harus menetapkan area respons puing untuk memastikan keselamatan penerbangan," ujar perwakilan FAA, dikutip dari Reuters, Jumat (7/3).
Gangguan Besar pada Penerbangan
Berdasarkan laporan FAA, ledakan roket SpaceX menyebabkan:
- 171 penerbangan tertunda, dengan rata-rata keterlambatan 28 menit.
- 28 penerbangan dialihkan ke rute lain.
- 40 penerbangan yang sedang mengudara ditahan selama rata-rata 22 menit.
Selain itu, FAA telah meminta SpaceX untuk segera melakukan investigasi menyeluruh atas kegagalan peluncuran ini. "Kami akan memastikan semua prosedur keselamatan dipenuhi sebelum penerbangan berikutnya dilakukan," tambah perwakilan FAA.
Ledakan Kedua Berturut-turut
Ini merupakan insiden kedua berturut-turut dalam uji coba peluncuran Starship, setelah kegagalan serupa pada uji coba sebelumnya. Starship, roket setinggi 123 meter, adalah proyek utama CEO SpaceX, Elon Musk, untuk membawa manusia ke Mars di masa depan.
Namun, dalam uji coba terbaru, Starship meledak tak lama setelah kehilangan kendali dan mesin-mesinnya mati. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan serpihan api melayang di langit Florida Selatan dan Bahama.
Elon Musk: "Kemunduran Kecil"
Menanggapi insiden ini, Elon Musk tetap optimistis dan menyebutnya sebagai kemunduran kecil. Dalam unggahan di platform X (Twitter), Musk mengatakan bahwa tim SpaceX sudah bekerja keras untuk peluncuran berikutnya.
"Starship berikutnya akan siap dalam waktu 4 hingga 6 minggu. Kemajuan diukur dengan waktu. Kami terus bergerak maju," tulis Musk.
Sementara itu, FAA masih menyelidiki insiden ini dan mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut sebelum memberikan izin penerbangan berikutnya bagi SpaceX.
Kegagalan ini menjadi pukulan besar bagi ambisi Elon Musk yang ingin mempercepat pengembangan Starship dan mewujudkan eksplorasi manusia ke Mars dalam dekade mendatang.
20 Juni 2026 23:47
20 Juni 2026 23:39