Redaksi : Jumat, 28 Februari 2025 10:31

BUKAMATA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya kekhawatiran global terkait kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump. Pada Jumat (27/2/2025), rupiah dibuka melemah 0,46% di angka Rp16.520 per dolar AS, menurut data Refinitiv. Ini menjadi level terendah sejak 23 Maret 2020 atau dalam lima tahun terakhir.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) tercatat naik tipis 0,04% ke level 107,29 pada pukul 08:54 WIB, lebih tinggi dibandingkan posisi kemarin yang berada di 107,24.

Tarif Trump Perparah Sentimen Pasar

Melemahnya rupiah dipengaruhi oleh pengumuman kebijakan tarif baru yang dikeluarkan oleh Trump. Ia menetapkan tarif sebesar 25% terhadap Meksiko dan Kanada serta tambahan tarif 10% terhadap China, yang akan berlaku awal pekan depan.

Kebijakan ini memperkuat pendekatan proteksionisme ekonomi AS dan menambah ketidakpastian pasar global. Sebelumnya, tarif tersebut sempat ditangguhkan pada 3 Februari 2025 untuk jangka waktu satu bulan, namun kini dipastikan tetap berlaku sesuai jadwal.

Dalam unggahannya di Truth Social pada Kamis (27/2/2025), Trump menegaskan bahwa tarif tersebut diberlakukan sebagai respons terhadap tingginya perdagangan narkotika ilegal dari Meksiko dan Kanada ke AS.

"Kami tidak bisa membiarkan ancaman ini terus merusak AS. Oleh karena itu, hingga masalah ini berhenti atau setidaknya sangat dibatasi, tarif yang dijadwalkan untuk diberlakukan pada 4 Maret akan tetap berlaku," tulis Trump, dikutip dari CNBC International.

Dampak bagi Rupiah dan Pasar Keuangan

Ketidakpastian global akibat kebijakan Trump ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada di bawah tekanan. Pelaku pasar kini menunggu respons dari Bank Indonesia dan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar serta meredam dampak negatif terhadap ekonomi nasional.

Dengan kondisi saat ini, investor diharapkan lebih berhati-hati dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan, terutama menjelang diberlakukannya kebijakan tarif baru AS dalam beberapa hari ke depan.

 

TAG

BERITA TERKAIT