Redaksi : Selasa, 25 Februari 2025 11:38

BUKAMATA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa banyak kapal di Indonesia telah berusia tua, yang berpotensi mengganggu konektivitas dalam negeri. Kapal sebagai sarana transportasi dan bagian penting dari infrastruktur ekonomi harus mendapat perhatian lebih untuk diperbarui.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Capt. Antoni Arif Priadi, menyebutkan bahwa dari hampir 50 ribu kapal di Indonesia (tidak termasuk kapal ikan), sekitar 50 persen di antaranya berusia lebih dari 15 tahun. Hal ini disampaikannya dalam acara Indonesia Maritime Talk 2025 di Hotel The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2025).

Tantangan Peremajaan Kapal

Antoni menekankan bahwa kondisi ini memerlukan langkah konkret agar para pelaku usaha dapat memperbarui armada mereka. Kapal-kapal tua yang masih beroperasi perlu dilakukan pengecekan ulang, perbaikan, atau retrovit agar tetap layak digunakan.

Namun, tantangan terbesar dalam peremajaan kapal adalah biaya yang sangat tinggi, baik untuk membeli armada baru maupun melakukan retrovit. Oleh karena itu, ia mengusulkan adanya insentif bagi kapal yang menggunakan teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Kapal yang dibangun dengan EBT bisa mendapat insentif, termasuk kapal-kapal yang diretrovit. Tidak mungkin semua langsung ganti ke EBT," jelasnya.

Dampak Terhadap Biaya Logistik

Selain faktor biaya, perbaikan dan peremajaan kapal juga menghadapi kendala lain, seperti waktu produksi yang relatif lama serta ketergantungan pada komponen impor. Hal ini dapat berdampak pada kenaikan biaya logistik secara keseluruhan.

"Ada fase perlu retrovit, ini perlu dipikirkan sekarang. Satu kapal dengan sistem ASD (Azimuth Stern Drive) diubah menggunakan LNG, tetapi proses perizinannya dengan industri tidak mudah," tambah Antoni.

Dengan kondisi ini, pemerintah dan pelaku industri perlu mencari solusi agar kapal-kapal di Indonesia tetap bisa beroperasi dengan baik tanpa membebani konektivitas dan biaya logistik di dalam negeri.

TAG

BERITA TERKAIT