Redaksi
Redaksi

Kamis, 20 Februari 2025 11:16

Harga Nilam Anjlok, Petani Berjuang Lawan Eksportir Nakal

Harga Nilam Anjlok, Petani Berjuang Lawan Eksportir Nakal

Komunitas Nusa Essentials Sulawesi mengimbau semua pihak, terutama eksportir, untuk berlaku adil dalam menetapkan harga. Petani Nilam yang telah berkontribusi besar dalam memasok minyak Nilam ke pasar global harus mendapatkan harga yang layak agar keberlangsungan industri tetap terjaga.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Petani Nilam di Sulawesi kini menghadapi tantangan besar akibat anjloknya harga Nilam di pasar. Jika sebelumnya harga minyak Nilam sempat mencapai Rp1,8-2 juta per kilogram pada Desember 2024, kini harga jualnya merosot tajam hingga Rp600-800 ribu per kilogram. Angka ini jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) petani yang idealnya berada di Rp1 juta per kilogram, membuat mereka merugi besar, terutama menjelang bulan puasa.

Petani Nilam Terjepit, Komunitas Nusa Essentials Angkat Suara
Ketua Komunitas Nusa Essentials Sulawesi, Iqbal, menegaskan bahwa harga Nilam tidak boleh jatuh di bawah Rp1 juta per kilogram.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi petani Nilam yang telah bekerja keras selama berbulan-bulan. Anjloknya harga ini membuat mereka seperti dipermainkan oleh oknum eksportir yang tidak bertanggung jawab. Kami akan terus berjuang agar harga Nilam kembali stabil dan mendorong pemerintah untuk menindak eksportir nakal," tegasnya.

Menurut informasi yang dihimpun, salah satu eksportir di Sulawesi Utara mendapat sorotan karena diduga menjadi pemicu utama anjloknya harga Nilam. Hal ini membuat para petani berencana menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut keadilan.

Kemarahan petani Nilam kini merambah ke media sosial, dengan berbagai tagar bermunculan sebagai bentuk solidaritas. Beberapa di antaranya:

???? #SavePetaniNilam – Menuntut keadilan harga bagi petani.
???? #JanganKasiMinyak – Seruan agar petani menahan stok hingga harga stabil.
???? #SimpanMinyak – Strategi menunda penjualan agar harga kembali naik.

Komunitas Nusa Essentials Sulawesi mengimbau semua pihak, terutama eksportir, untuk berlaku adil dalam menetapkan harga. Petani Nilam yang telah berkontribusi besar dalam memasok minyak Nilam ke pasar global harus mendapatkan harga yang layak agar keberlangsungan industri tetap terjaga.

Apakah pergerakan petani ini akan membawa perubahan? Semua mata kini tertuju pada langkah pemerintah dan eksportir dalam menyikapi permasalahan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Nilam

Berita Populer