Redaksi : Senin, 17 Februari 2025 11:51

MAKASSAR,BUKAMATA - Makassar kini menjadi kota yang terus berkembang pesat, tidak lepas dari sentuhan tangan dingin Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto, yang telah memimpin selama dua periode sebagai Wali Kota.

Perjalanan panjangnya membangun Makassar tidak hanya diwarnai dengan prestasi gemilang, tetapi juga tantangan yang membentuk wajah baru ibu kota Sulawesi Selatan ini.

Awal Kepemimpinan

Pada 2014, Danny Pomanto pertama kali dilantik sebagai Wali Kota Makassar. Sebagai arsitek yang beralih ke dunia politik, Danny membawa visi besar: menjadikan Makassar sebagai kota dunia yang nyaman, bersih, dan berkelanjutan.

Tidak butuh waktu lama, berbagai program inovatif pun diluncurkan. Salah satunya adalah gerakan "Makassar Tidak Rantasa" (MTR), sebuah upaya kolektif untuk mengubah wajah kota yang sebelumnya identik dengan ketidakteraturan dan kebersihan yang kurang terjaga.

Prestasi Gemilang

Di bawah kepemimpinan Danny, Makassar meraih tiga Penghargaan Adipura berturut-turut pada periode pertama, yaitu Adipura Buana (2015) serta Piala Adipura Kirana (2016 dan 2017). Program Bank Sampah yang digalakkan berhasil mengurangi volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, yang kemudian bertransformasi dari open dumping menjadi semi sanitary landfill dengan taman yang asri.

Danny juga meluncurkan "Lihat Sampah Ambil" (LiSA) dan membentuk Pasukan Penindakan Anti Kotor (Pakandatto) yang bertugas memastikan setiap sudut kota bebas dari sampah. Hasilnya, Makassar kembali meraih Penghargaan Adipura pada 2023-2024 setelah vakum selama beberapa tahun.

Bangun Integritas, Lawan Korupsi

Selain fokus pada kebersihan kota secara fisik, Danny juga menanamkan prinsip pemerintahan yang bersih dari korupsi.

Transparansi anggaran, pengawasan ketat dalam proyek-proyek pembangunan, serta penerapan sistem digital dalam pengelolaan keuangan daerah menjadi langkah nyata dalam membangun integritas pemerintahan.

Upaya ini pun membawa Makassar meraih apresiasi dalam tata kelola pemerintahan yang baik, meski tantangan untuk mempertahankan komitmen ini tidaklah mudah.

Tantangan dan Kritik

Namun, perjalanan dua periode ini tidak selalu mulus. Program smart city yang digadang-gadang akan menjadikan Makassar sebagai kota berbasis teknologi sempat tersendat akibat kendala infrastruktur digital dan koordinasi antar-instansi.

Kritik juga muncul terkait kemacetan dan banjir yang semakin parah di tengah pertumbuhan ekonomi kota, yang belum sepenuhnya teratasi.

Penutup Masa Jabatan

Menjelang akhir masa jabatan kedua, Danny tetap menunjukkan komitmennya untuk membangun Makassar yang lebih baik.

Dia juga menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh masyarakat kota Makassar.

"Atas semua kerja sama dan kolaborasi selama ini, kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Atas segala ketidaksempurnaan dan ketidakpuasan dari hasil kerja kami, kami sampaikan permohonan maaf dari hati yang paling dalam.

Perkenankanlah kami, Danny Pomanto, "Ana Lorongna Makassar," bersama Indira Yusuf Ismail, ijin pamit dari amanat sebagai Wali Kota Makassar.

Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua dari mara bahaya dan menjadikan Makassar jauh lebih baik dari hari ini" tulis Danny.

Ia menutup perjalanan kepemimpinannya dengan pesan sederhana namun kuat: Baik menjadi orang penting, tapi lebih baik menjadi orang baik. Semua pasti berakhir, tapi kebaikan itu abadi.

Dengan segala pencapaian dan tantangannya, warisan Danny Pomanto bagi Makassar adalah semangat untuk terus bergerak maju, menjadikan kota ini tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga sehat, cerdas, dan bersih dari korupsi.

Persembahan Danny, 10 Tahun Mengabdi

Makassar Menjadi:

- Kota Terbahagia di Dunia (234)

- Kota Smart atau Inima (115)

- Kota Global (454)

- Kota Sehat se-Asia Tenggara

- Kota Makan Enak

- Kota Festival Teman Air

- Kota Inklusif

Makassar Telah Memiliki:

- Misai Kota Bard CP

- Jalan Tol Layang AP Pettarani

- Makassar New Port

- Gedung FIOC

- Lorong Wisata

Makassar Mendapatkan:

- 420 Penghargaan Nasional dan Internasional

- Purna Karya Nigrana

- 2 Satyalancana Karya Satya

- Meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah)

- Menjaga Inflasi

Makassar Berhasil :

- Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

- Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

- Menurunkan Pengangguran

- Menurunkan Gini Ratio

- Menurunkan Kemiskinan

Dari total 420 penghargaan nasional dan internasional, di antaranya:

- Mayor of Mandala Karya Kencana

- Kepala Daerah Inovatif (SINDO)

- Penghargaan ASEAN

 

TAG

BERITA TERKAIT