Redaksi : Senin, 17 Februari 2025 16:14

BUKAMATA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan harapannya agar pengemudi ojek online (ojol) bisa mendapatkan tunjangan hari raya (THR).

Pernyataan ini disampaikan Yassierli menanggapi aksi unjuk rasa yang akan digelar para pengemudi ojol pada Senin (17/2/2025) di Jakarta. Aksi ini bertujuan untuk menuntut pemberian THR dari perusahaan aplikator.

"Kita berharap begitu (pengemudi ojol dapat THR)," ujar Yassierli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemberian THR tersebut memerlukan pembahasan bersama karena berkaitan erat dengan kondisi keuangan perusahaan.

Yassierli menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan sedang menyusun formula agar aspirasi para pengemudi ojol bisa terpenuhi. Ia optimistis perusahaan aplikator akan memahami tuntutan tersebut.

"Saya berharap sesegera mungkin, karena ini kan masalah keuangan mereka harus ada simulasi yang harus dipersiapkan kan? Kita tunggu nanti dari sini dalam beberapa hari akan finalisasi dengan pengusaha," tambahnya.

Sementara itu, pengemudi ojol bersama pekerja angkutan lainnya menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan pada Senin pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati, mengatakan bahwa aksi tersebut akan diikuti oleh sekitar 500 hingga 700 pengemudi. Mereka menuntut pemberian THR wajib bagi driver ojol, taksi online, dan kurir.

"Aplikator sengaja membiarkan status kita sebagai mitra untuk menghindari kewajiban memberikan hak-hak kepada driver taksi online, ojol, dan kurir. Saat ini kami mendorong revolusi pekerja supaya hak-hak kami dipenuhi," tegas Lily.

Aksi ini merupakan bentuk akumulasi ketidakpuasan pekerja angkutan daring yang telah bekerja bertahun-tahun tanpa pernah mendapatkan THR. Nantikan perkembangan selanjutnya hanya di CNBC Indonesia!

 

TAG

BERITA TERKAIT