Redaksi : Senin, 10 Februari 2025 11:43

BUKAMATA – Pasukan Israel kembali menuai kecaman internasional setelah menembak mati tiga orang dalam operasi militer di Tepi Barat yang diduduki, termasuk seorang wanita hamil delapan bulan.

Insiden ini terjadi pada Senin (10/2) di kamp pengungsi Nur Shams, dekat Tulkarem.

Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa korban tewas terdiri atas dua pria dan seorang wanita hamil. Sementara itu, militer Israel mengklaim operasi tersebut menargetkan kelompok yang mereka sebut sebagai "teroris."

Militer Israel menyatakan pihaknya telah meluncurkan penyelidikan internal atas kematian wanita hamil tersebut. "Kami menghadapi perlawanan bersenjata dari elemen teroris di lokasi operasi," ujar militer Israel dalam keterangan resminya.

Namun, penjelasan tersebut tidak menghentikan kritik tajam dari berbagai pihak. Insiden ini disebut mencerminkan tingginya risiko terhadap warga sipil dalam operasi militer Israel di wilayah pendudukan.

Kamp pengungsi Nur Shams sering menjadi lokasi ketegangan antara warga Palestina dan militer Israel. Dalam operasi kali ini, pasukan Israel mengaku menggunakan tindakan "kontraterorisme" untuk menghadapi ancaman bersenjata.

Namun, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut aksi tersebut telah mengakibatkan korban jiwa dari kalangan sipil, termasuk wanita yang hampir melahirkan.

Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai organisasi internasional. Mereka mendesak penyelidikan independen dan menyoroti tingginya angka korban sipil dalam operasi militer di wilayah pendudukan.

"Serangan terhadap warga sipil, khususnya wanita hamil, melanggar hukum internasional dan harus dihentikan," ujar perwakilan organisasi hak asasi manusia.

 

TAG

BERITA TERKAIT