Redaksi
Redaksi

Jumat, 07 Februari 2025 12:14

Tucker Carlson Tuduh Pemerintah AS Berusaha Bunuh Putin, Rusia Ancam Perang Nuklir

Tucker Carlson Tuduh Pemerintah AS Berusaha Bunuh Putin, Rusia Ancam Perang Nuklir

Pemerintahan Biden memang melakukannya, mereka mencoba membunuh Putin," ujar Carlson.

BUKAMATA - Hal mengejutkan terjadi di Amerika Serikat (AS) setelah mantan pembawa acara Fox News, Tucker Carlson, membuat pernyataan kontroversial dalam podcastnya, The Tucker Carlson Show.

Carlson menuduh pemerintahan Joe Biden berupaya membunuh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Tuduhan ini disampaikan Carlson pada akhir Januari lalu dan dikutip Jumat (7/2/2025) oleh Politico.

"Pemerintahan Biden memang melakukannya, mereka mencoba membunuh Putin," ujar Carlson.

"Itu gila, Anda bahkan akan memikirkan hal seperti itu. Jadi mengapa mereka melakukannya? Karena kekacauan adalah layar yang melindungi mereka," tambahnya.

Namun, Carlson tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya. Tuduhan tersebut datang di tengah periode kepemimpinan Joe Biden (2021–2025), di mana ketegangan antara Rusia dan Barat memuncak akibat perang Kremlin terhadap Ukraina.

Di Amerika, Carlson dikenal sebagai kritikus keras kebijakan pemerintah AS, terutama terkait bantuan ke Ukraina. Ia bahkan menyebut Ukraina bukanlah negara demokrasi.

Pada Februari tahun lalu, Carlson sempat melakukan perjalanan ke Moskow untuk mewawancarai Putin, yang memicu kecaman luas. Desember lalu, ia kembali ke Rusia untuk berbincang dengan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov.

Rusia Merespons dengan Keras

Ketua parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin, mengecam keras pernyataan Carlson. Ia menyebut rencana pembunuhan terhadap Putin adalah "jalan menuju perang nuklir". Volodin juga mendesak agar klaim tersebut diselidiki lebih lanjut.

Kantor berita Rusia, Tass, melaporkan bahwa parlemen Rusia berencana mengajukan banding ke Kongres AS dan PBB untuk menyelidiki tuduhan Carlson. Meski demikian, Kremlin justru meragukan kebenaran klaim tersebut.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menegaskan bahwa tidak ada bukti konkret atas tuduhan itu. "Badan intelijen Rusia telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan presiden," katanya.

Pernyataan kontroversial ini semakin memperkeruh hubungan antara Rusia dan Amerika Serikat yang sudah tegang akibat konflik geopolitik. Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan Carlson.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer