Redaksi
Redaksi

Kamis, 06 Februari 2025 11:08

Usai Tutup USAID, Trump Berencana Hapuskan Kementerian Pendidikan AS

Usai Tutup USAID, Trump Berencana Hapuskan Kementerian Pendidikan AS

Donald Trump dikabarkan tengah menyiapkan perintah eksekutif untuk menghapus Kementerian Pendidikan AS

BUKAMATA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah menyiapkan perintah eksekutif untuk menghapus Kementerian Pendidikan AS. Rencana ini muncul setelah keputusan Trump sebelumnya untuk menutup lembaga bantuan internasional USAID.

Dilansir dari CNN, perintah eksekutif tersebut akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, Menteri Pendidikan Linda McMahon akan diarahkan untuk menyusun rencana pengurangan departemen melalui tindakan eksekutif.

Tahap kedua, Kongres akan didorong untuk meloloskan undang-undang guna membubarkan Kementerian Pendidikan sepenuhnya.

"Linda, saya harap Anda melakukan pekerjaan yang hebat dengan mengeluarkan diri Anda dari pekerjaan Anda. Saya ingin dia keluar dari pekerjaannya di Kementerian Pendidikan," ujar Trump

Seruan untuk menghapus Kementerian Pendidikan bukan hal baru. Sebelumnya, Trump pernah mengusulkan penggabungan Kementerian Pendidikan dengan Kementerian Ketenagakerjaan selama masa jabatan pertamanya. Namun, proposal itu gagal meski Partai Republik menguasai Kongres saat itu.

Tahun ini, Kementerian Pendidikan menjadi salah satu target pembubaran oleh Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) yang dipimpin oleh Elon Musk. Langkah ini termasuk membersihkan pegawai yang terkait dengan program keberagaman, kesetaraan, inklusi, dan aksesibilitas.

Puluhan karyawan Kementerian Pendidikan bahkan diminta mengambil cuti berbayar pekan lalu, menunjukkan upaya serius administrasi Trump dalam memulai rencana ini.

Meski demikian, rencana pembubaran ini diperkirakan akan menghadapi tantangan besar di Kongres. Serupa dengan usulan sebelumnya, banyak pihak menilai langkah ini tidak akan mendapat dukungan politik yang cukup.

Penutupan Kementerian Pendidikan dan USAID dianggap sebagai bagian dari agenda Trump untuk mengurangi peran pemerintah federal, dengan fokus pada efisiensi anggaran dan pengurangan birokrasi.

Rencana ini menambah daftar kebijakan kontroversial yang diambil Trump di masa jabatan keduanya, memicu pro dan kontra baik di dalam maupun luar negeri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer