Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 2.500 Pohon di Tanralili Maros
20 Juni 2026 23:47
Acara arak-arakan dewa merupakan salah satu ritual budaya Tionghoa yang telah berlangsung lama.
MAKASSAR,BUKAMATA – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2547/2025, Lembaga Seni Adat dan Budaya Sulawesi (LSABS) ParewaBessi turut berpartisipasi dalam acara Jokka Jappa Arak-Arak 17 Dewa yang diikuti oleh 11 vihara se-Makassar.

Acara ini merupakan bagian dari Festival Cap Go Meh 2025 yang diprakarsai oleh Walubi Sulawesi Selatan.
LSABS ParewaBessi tergabung dalam barisan Bhinneka Tunggal Ika sebuah kelompok yang mencerminkan kerukunan antar umat beragama dan lintas etnis.
Barisan ini terdiri dari berbagai komunitas, yang menampilkan kebersamaan dalam keberagaman.
Ketua LSABS, Andi Ashari ST, menyampaikan harapannya agar melalui kegiatan ini dapat tercipta harmoni antar umat beragama dan keberagaman budaya di Makassar.
“Semoga terjalin harmoni antar umat beragama dalam ragam budaya,” ungkap Andi Ashari ST.
Acara arak-arakan dewa merupakan salah satu ritual budaya Tionghoa yang telah berlangsung lama.
Dalam prosesi ini, 12 vihara, kelenteng, dan cetiya akan mengarak 17 Kio (Tandu Dewa-Dewi/Leluhur) mengelilingi jalan-jalan utama di Makassar, termasuk Sulawesi, Sangir, Irian, dan Ahmad Yani.
Prosesi ini bertujuan untuk memohon perlindungan dari Dewa-Dewi agar memberikan keselamatan bagi kota dan masyarakat Makassar.
Diperkirakan, sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta akan memeriahkan acara ini. Selain prosesi arak-arakan, berbagai organisasi budaya lainnya juga turut meramaikan Festival Cap Go Meh.
Peserta acara arak-arakan terdiri dari berbagai organisasi budaya dan agama yang mendukung kebersamaan, di antaranya:
1. Marching Band
2. Garuda Indonesia
3. Korps Bendera
4. Barisan Bhinneka Tunggal Ika
5. Kesenian Daerah/Budaya
6. Barisan Khio Kelenteng/Vihara/Cetiya:
- Klenteng Kwan Kong
- Klenteng Xian Ma
- Cetiya Tri Sakti
- Cetiya Pan Ko Ong
- Cetiya Ji Li Gong
- Cetiya Avalokithesvara
- Klenteng Kwan Kong Pare & Matakin
- Cetiya Kwan Tek Cun Wang
- Cetiya Zen An Kong
- Vihara Dharma Agung
- Vihara Girinaga
- Yayasan Tzu Chi
- Barisan Yamaha
Barisan Bhinneka Tunggal Ika yang diprakarsai oleh PD INTI Sulawesi Selatan melambangkan persatuan dan kerukunan antar umat beragama dan lintas etnis. Sebanyak 13 organisasi terlibat dalam barisan ini, di antaranya:
- Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI)
- Generasi Muda Indonesia Tionghoa (Gema)
- Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI)
- Ikatan Koko Cici (Ikoci) Indonesia
- Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI)
- Nahdlatul Ulama
- Muhammadiyah
- Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin)
- PMKRI
- Pemuda Katolik
- Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
- GPIB Bukit Zaitun
- LSABS ParewaBessi
Acara Festival Cap Go Meh 2025 ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar umat beragama serta memperkenalkan keberagaman budaya yang ada di Makassar. Melalui acara ini, LSABS ParewaBessi berharap dapat terus mendukung terciptanya kedamaian dan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat.
20 Juni 2026 23:47
20 Juni 2026 23:39