Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 2.500 Pohon di Tanralili Maros
20 Juni 2026 23:47
Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, mengungkapkan bahwa potensi gempa di segmen Selatan Jawa dapat mencapai magnitudo hingga M 8,7.
BUKAMATA – Gempa Megathrust kini menjadi ancaman nyata bagi Indonesia, negara yang terletak di wilayah Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan 13 segmen Megathrust aktif. Segmen Selatan Jawa dan Sumatera yang memanjang hingga Selat Sunda menjadi yang paling berpotensi menimbulkan dampak besar.

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, mengungkapkan bahwa potensi gempa di segmen Selatan Jawa dapat mencapai magnitudo hingga M 8,7.
"Jika energi yang terkunci di zona subduksi selatan Jawa ini dilepaskan, dampaknya sangat besar. Goncangan besar tersebut akan memicu tsunami setinggi 20 meter yang dapat berdampak luas, termasuk di Banten, Lampung, hingga Jakarta," ujarnya dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (1/2).
Berikut daftar wilayah yang berpotensi terkena tsunami menurut BRIN
"Kalau di wilayah selatan Jawa, tsunami bisa tiba dalam waktu 40 menit, sedangkan di Lebak hanya butuh 18 menit," ungkap Rahma.
Kendati berada jauh dari zona subduksi, Jakarta juga berisiko terkena tsunami akibat Megathrust. Hanya wilayah pesisir utara Jakarta yang akan terdampak dengan ketinggian tsunami hingga 1,8 meter.
“Wilayah pesisir utara Jakarta akan kena imbas, tapi gelombang tidak terlalu besar seperti di selatan Jawa. Ini tetap perlu diwaspadai karena waktu evakuasi mencapai 2,5 jam,” tambah Rahma.
Kepala BMKG telah mengeluarkan peringatan keras terkait potensi Megathrust. Penelitian dan pemantauan terus dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan bencana. Pemerintah juga diimbau memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat di daerah-daerah rawan tsunami.
20 Juni 2026 23:47
20 Juni 2026 23:39