Redaksi
Redaksi

Sabtu, 01 Februari 2025 09:03

Ledakan Megathrust, Daerah Ini Dibayangi Ancaman Tsunami 20 Meter

Ledakan Megathrust, Daerah Ini Dibayangi Ancaman Tsunami 20 Meter

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, mengungkapkan bahwa potensi gempa di segmen Selatan Jawa dapat mencapai magnitudo hingga M 8,7.

BUKAMATA – Gempa Megathrust kini menjadi ancaman nyata bagi Indonesia, negara yang terletak di wilayah Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan 13 segmen Megathrust aktif. Segmen Selatan Jawa dan Sumatera yang memanjang hingga Selat Sunda menjadi yang paling berpotensi menimbulkan dampak besar.

Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, mengungkapkan bahwa potensi gempa di segmen Selatan Jawa dapat mencapai magnitudo hingga M 8,7.

"Jika energi yang terkunci di zona subduksi selatan Jawa ini dilepaskan, dampaknya sangat besar. Goncangan besar tersebut akan memicu tsunami setinggi 20 meter yang dapat berdampak luas, termasuk di Banten, Lampung, hingga Jakarta," ujarnya dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (1/2).

Berikut daftar wilayah yang berpotensi terkena tsunami menurut BRIN

  • Selatan Jawa dan Selat Sunda: Gelombang tsunami setinggi 20 meter diperkirakan akan melanda wilayah pesisir selatan Jawa, termasuk Pangandaran.
  • Banten: Tsunami dengan ketinggian 4-8 meter diperkirakan akan menghantam seluruh pesisir Banten.
  • Lampung: Wilayah yang menghadap Selat Sunda, termasuk pesisir Lampung, diprediksi terkena dampak signifikan.
  • Jakarta Utara: Gelombang tsunami setinggi 1-1,8 meter diperkirakan akan mencapai pesisir Jakarta dalam waktu 2,5 jam setelah gempa terjadi.

"Kalau di wilayah selatan Jawa, tsunami bisa tiba dalam waktu 40 menit, sedangkan di Lebak hanya butuh 18 menit," ungkap Rahma.

Kendati berada jauh dari zona subduksi, Jakarta juga berisiko terkena tsunami akibat Megathrust. Hanya wilayah pesisir utara Jakarta yang akan terdampak dengan ketinggian tsunami hingga 1,8 meter.

“Wilayah pesisir utara Jakarta akan kena imbas, tapi gelombang tidak terlalu besar seperti di selatan Jawa. Ini tetap perlu diwaspadai karena waktu evakuasi mencapai 2,5 jam,” tambah Rahma.

Kepala BMKG telah mengeluarkan peringatan keras terkait potensi Megathrust. Penelitian dan pemantauan terus dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan bencana. Pemerintah juga diimbau memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat di daerah-daerah rawan tsunami.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer